Pertemukan 2 Generasi Berbeda Usia, PERCASI Invitation Match 2026 Perebutkan Hadiah Total Rp76 Juta

PERCASI Invitation Match 2026 Senior vs Young Star
Berikan pembinaan jangka panjang terhadap para pecatur muda, Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PERCASI) menggelar turnamen bertajuk PERCASI Invitation Match 2026 Senior vs Young Star
0 Komentar

Menurutnya, pertandingan yeng mempertemukan dua generasi berbeda itu sengaja dilakukan agar para junior dapat menyerap ilmu dari senior. Atau sebaliknya para senior bisa mentransfer ilmu kepada para juniornya.

“Ajang ini bukan sekadar kompetisi, melainkan ajang pembelajaran langsung. Secara teknis, senior dinilai lebih unggul karena pengalaman, namun faktor fisik membuat pertandingan tetap terbuka,” ujarnya.

“Secara teknis senior lebih kuat, tapi hasil belum tentu. Ini juga adu daya tahan karena sehari bisa dua kali bertanding,” sambungnya.

Baca Juga:Cegah Penumpukan, Cimahi Siapkan Skema Khusus Tangani Sampah Pasca LebaranPekot Cimahi Hadirkan Juru Bahasa di Salat Id 1447 H, Adhitia Sebut Salat Id Inklusif Bukan Sekedar Simbolis

Utut juga mengungkapkan bahwa tiga besar dari kategori senior akan mendapatkan kesempatan tampil di Kejuaraan Dunia Senior yang akan digelar di Serbia, tepatnya di Vrnjačka Banja, pada November mendatang.

Di sisi lain, pemain muda terus ditempa melalui berbagai turnamen internasional. Salah satunya Satria Duta Cahaya yang kini berlaga di Novi Sad, Serbia.

Dalam turnamen tersebut, Satria mencatatkan 6,5 poin dari sembilan pertandingan, hanya terpaut setengah poin dari norma Grandmaster. “Ini progres yang sangat baik,” kata Utut.

Ia juga mengapresiasi kontribusi pelatih seperti Susanto Megaranto dan Tirta Chandra yang dinilai sukses meneruskan ilmu kepada generasi berikutnya.

Sementara itu, Kepala Pelatnas Junior, Susanto Megaranto berharap para pecatur muda dapat mengambil ilmu serta pengalaman dari para senionya. Terlebih, para senior yang hadir merupakan para pecatur berpengalaman di tingkat nasional bahkan internasional.

“Jadi ya buat anak-anak junior bisa mencoba belajar dari pengalaman para seniornya. Ya mereka harus bermain sebaik mungkin lah,” katanya.

Dia pun berharap ajang ini menjadi ruang pertukaran pengalaman antara generasi. “Yang muda mudah-mudahan bisa mengambil ilmu dari para senior. Yang senior berbagi pengalaman, dan junior menyerap hal-hal baik,” ujarnya.

Baca Juga:Perkuat Sinergi, BPJS Ketenagakerjaan Bandung Suci Silahturahmi dengan Perusahaan Pendukung Jaminan Sosial250 Warga Ikuti Mudik Gratis Pegadaian Kanwil X Jabar Tujuan Yogyakarta, Surabaya dan Palembang

Hal senada juga disampaikan salah satu pecatur muda, Laysa Latifah, yang memanfaatkan turnamen ini sebagai sarana belajar.

“Saya mencari pengalaman dan mencuri ilmu karena mereka kaya pengalaman. Mungkin dari sisi fisik kami lebih unggul, tapi dari segi teknis mereka jauh lebih kuat,” kata Laysa.

0 Komentar