Pekot Cimahi Hadirkan Juru Bahasa di Salat Id 1447 H, Adhitia Sebut Salat Id Inklusif Bukan Sekedar Simbolis

Wakil Wali Kota Cimahi
Wakil Wali Kota Cimahi menyampaikan bahwa pelaksanaan Shalat Id inklusif ini bukan hanya simbolis, tetapi menjadi langkah nyata untuk memastikan seluruh masyarakat dapat mengakses kegiatan keagamaan tanpa hambatan.
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota Cimahi sukses menyelenggarakan Shalat Idul Fitri 1447 Hijriah secara inklusif untuk pertama kalinya di Masjid Agung Cimahi.

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mewujudkan ruang ibadah yang ramah bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.

Pelaksanaan Shalat Id kali ini menghadirkan juru bahasa isyarat yang menerjemahkan khutbah secara langsung, sehingga jamaah penyandang disabilitas rungu dapat mengikuti rangkaian ibadah dengan lebih optimal dan khusyuk.

Baca Juga:Perkuat Sinergi, BPJS Ketenagakerjaan Bandung Suci Silahturahmi dengan Perusahaan Pendukung Jaminan Sosial250 Warga Ikuti Mudik Gratis Pegadaian Kanwil X Jabar Tujuan Yogyakarta, Surabaya dan Palembang

Inisiatif ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kota Cimahi dalam menghadirkan layanan keagamaan yang setara dan inklusif.

Ribuan jamaah memadati kawasan Masjid Agung Cimahi dan Alun-alun Kota Cimahi sejak pagi hari. Suasana ibadah berlangsung tertib, aman, dan penuh kekhidmatan, mencerminkan semangat kebersamaan dan toleransi di tengah masyarakat.

Wakil Wali Kota Cimahi menyampaikan bahwa pelaksanaan Shalat Id inklusif ini bukan hanya simbolis, tetapi menjadi langkah nyata untuk memastikan seluruh masyarakat dapat mengakses kegiatan keagamaan tanpa hambatan.

Kehadiran juru bahasa isyarat diharapkan mampu memberikan pengalaman beribadah yang lebih bermakna bagi penyandang disabilitas.

“Kami berharap juga, pelaksanaan Shalat Idul Fitri inklusif ini dapat menjadi contoh dan inspirasi bagi daerah lain dalam mewujudkan kegiatan keagamaan yang lebih terbuka, ramah, dan dapat diakses oleh semua kalangan,” tandasnya. (*)

0 Komentar