Cegah Penumpukan, Cimahi Siapkan Skema Khusus Tangani Sampah Pasca Lebaran

Kota Cimahi
Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira turun langsung ikut membersihkan kawasan yang dinilai kotor usai digunakan para PKL untuk berjualan jelang lebaran. (Dok Humas Pemkot)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Saat ini, penanganan sampah menjadi salah satu masalah yang terus menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi. Terlebih setelah adanya pembatasan pembuangan ke TPA Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat.

Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira mengungkapkan, salah satu upaya untuk mencegah timbulan atau penumpukan sampah pasca lebaran, Pemkot Cimahi melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) pun menyiapkan beberapa skema penanganan.

Pertama, pelayanan sampah sebelum libur lebaran dilaksanakan sampai hari Jumat malam takbiran. Kemudian pengerahan Pasukan Oranye dan Armada Mobile DLH untuk mengamankan titik-titik keramaian, terutama saat malam takbiran.

Baca Juga:Pekot Cimahi Hadirkan Juru Bahasa di Salat Id 1447 H, Adhitia Sebut Salat Id Inklusif Bukan Sekedar SimbolisPerkuat Sinergi, BPJS Ketenagakerjaan Bandung Suci Silahturahmi dengan Perusahaan Pendukung Jaminan Sosial

“Langkah ini kami ambil untuk memastikan tidak terjadi penumpukan sampah yang mengganggu kenyamanan dan pemandangan kota,” ungkap Adhitia, kepada wartawan, baru-baru ini.

Selain itu, lanjut Adhit, pemerintah kota juga meliburkan pelayanan penarikan sampah dari rumah ke rumah. Skema ini mulai diterapkan mulai 21 sampai 24 Maret. Pelayanan dilakukan kembali mulai hari Rabu 25 Maret 2026.

“Untuk tanggal 25 jadwal Hari Organik dan Anorganik sesuai jadwal dan kontrol membawa surat jalan dari RW,” ucapnya.

Adhit mengatakan, untuk mencegah penupukan, maka pada Senin dan Selasa atau 23 dan 24 Maret, DLH melakukan clean up di TPS dan TPST.

“Untik proses clean up ini, Kami (Pemkot Cimahi) terpaksa meminjam jatah ritase 2 mingguan sebanyak 370 Ton, sehingga sisa kuota 2 mingguan tinggal 1.200 Ton atau apabila dirata rata hanya dapat membuang 85 ton per hari,” bebernya.

Selain itu, kata Adhit, untuk menekan volume residu yang dikirim ke TPA Sarimukti secara signifikan, DLH juga mengoptimalkan TPS 3R dan TPST untuk mengolah sampah organik dan anorganik secara mandiri.

“Kita juga melakukan penguatan peran kewilayahan dan edukasi pilah sampah,” ucapnya.

Baca Juga:250 Warga Ikuti Mudik Gratis Pegadaian Kanwil X Jabar Tujuan Yogyakarta, Surabaya dan PalembangBerkah Ramadan, BPJS Ketenagakerjaan Bandung Suci Berbagi Takjil pada Pengguna Jalan

Tak sampai di situ, DLH juga mewajibkan setiap Kelurahan untuk mengoptimalkan peran Bank Sampah dalam menyerap sampah anorganik bernilai ekonomi. Kemudian, semua Linmas juga diaktifkan untuk melakukan penjagaan dan pengamanan area dari pembuangan sampah liar.

“Mereka (Linmas) akan berkoordinasi dengan Satpol PP dalam hal penegakan perda untuk pembuangan sampah liar,” tandasnya. (*)

0 Komentar