JABAR EKSPRES – Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Barat resmi menginisiasi langkah besar dalam modernisasi pemantauan lalu lintas. Melalui proyek strategis tahun anggaran 2026, Pemprov Jabar melakukan Pengadaan CCTV (Closed Circuit Television) generasi terbaru dengan total anggaran mencapai Rp28 miliar.
Langkah ini bertujuan untuk memperketat pengawasan di seluruh sudut jalanan Jawa Barat yang kian padat.
Berdasarkan data yang dihimpun dari Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (Sirup) Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), anggaran jumbo tersebut dialokasikan secara spesifik untuk program Pengelolaan Layanan CCTV Traffic Counting.
Baca Juga:Atasi Macet Lebaran, Pemprov Jabar Kucurkan Kompensasi Sopir Angkot di SukabumiMuhammadiyah Jabar Gelar Salat Idul Fitri 20 Maret 2026, Siapkan Ratusan Titik Siap Layani Jemaah
Pengadaan CCTV Berbasis Teknologi Kecerdasan Buatan (AI)
Nilai kontrak yang tercatat sebesar Rp26,307 miliar akan difokuskan pada penyediaan teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI).
Berbeda dengan kamera pengawas konvensional, perangkat dalam Pengadaan CCTV kali ini memiliki kemampuan analitik tingkat tinggi secara real-time.
Kepala Dishub Jawa Barat, Dhani Gumelar, mengonfirmasi bahwa teknologi tersebut dirancang untuk melakukan tugas-tugas kompleks.
“CCTV ini bukan sekadar alat rekam. Fungsinya mencakup penghitungan jumlah kendaraan (traffic counting), identifikasi kecepatan, pengenalan plat nomor kendaraan, hingga klasifikasi jenis kendaraan secara otomatis,” ujar Dhani saat ditemui di Terminal Leuwipanjang, baru-baru ini.
Selain perangkat keras, anggaran tersebut juga mencakup penyediaan infrastruktur pendukung yang komprehensif, mulai dari layanan perangkat lunak berbasis web apps, dashboard analitik, hingga Data Storage and Processing Infrastructure.
Dishub juga memastikan kesiapan operasional melalui penyediaan koneksi internet stabil, power supply cadangan, serta pemasangan tiang baru di lokasi-lokasi strategis.
Sebaran 100 Titik Strategis
Dalam rencana implementasinya, Pengadaan CCTV berbasis AI ini akan disebar di sekitar 100 titik krusial di seluruh wilayah Jawa Barat.
Baca Juga:Lantunan Ayat Suci dari Sudut Jatinangor: Kiprah Imam Muda 12 Tahun di Penghujung RamadhanDPRD Jabar Ancam Amputasi BUMD Merugi demi Selamatkan APBD dan Genjot PAD
Pemilihan lokasi didasarkan pada tingkat kepadatan kendaraan dan kerawanan kemacetan yang selama ini menjadi keluhan pengguna jalan.
Dhani Gumelar berharap kehadiran teknologi canggih ini dapat merevolusi tata kelola lalu lintas di Jawa Barat.
Dengan data yang akurat dari sistem sensor AI, pemerintah dapat mengambil keputusan lebih cepat dalam menangani sumbatan arus kendaraan.
“Target utama kami adalah menuntaskan persoalan kemacetan di titik-titik leher botol. Dengan monitoring langsung, manajemen rekayasa lalu lintas bisa dilakukan lebih efektif. Kami ingin memastikan masyarakat merasa lebih aman dan nyaman saat menempuh perjalanan di Jawa Barat,” tutupnya. (son/yan)
