Di Antara Nisan, Warga Pasirlangu Rayakan Lebaran dengan Doa

Eha (41) menundukkan kepala di hadapan pusara keluarganya di TPU Kampung Barunyatuh, Desa Pasirlangu, Kecamata
Eha (41) menundukkan kepala di hadapan pusara keluarganya di TPU Kampung Barunyatuh, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, usai Idulfitri. Sabtu (21/3). Dok Jabar Ekspres/Suwitno
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Tak ada lagi canda dan kebersamaan Lebaran bagi warga Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Tahun ini, suasana hari raya diwarnai duka mendalam saat mereka menghabiskan waktu dengan berdoa di makam para korban longsor.

Suasana haru terasa di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kampung Barunyatuh, tempat puluhan korban dimakamkan.

Baca Juga:Perkuat Ketahanan Pangan Jelang Lebaran, BULOG Bandung Salurkan Bantuan Beras dan Minyak GorengDirikan Klub Satelit di Bandung, PB Jaya Raya siap Hadirkan Atlet Berpotensi untuk Bulu Tangkis 

Sejak pagi, warga berdatangan untuk berziarah, membersihkan area makam, mencabuti rumput liar, hingga menaburkan bunga di atas pusara.

Tangis dan lantunan doa mengiringi prosesi ziarah. Para peziarah juga tampak membaca surat Yasin sebagai bentuk penghormatan kepada para korban yang telah berpulang.

Sedikitnya 28 korban meninggal dunia akibat bencana longsor dimakamkan di lokasi tersebut. Ziarah usai Idulfitri tahun ini terasa berbeda karena dipenuhi kenangan duka yang masih membekas di hati warga.

Salah seorang peziarah, Eha (41), mengaku kehilangan empat anggota keluarganya dalam peristiwa tersebut, yakni kakaknya Imas, suaminya Dadang, serta dua anak mereka, Pipin Kuswandi dan Andri.

“Saya kehilangan kakak, suaminya, dan dua anaknya. Biasanya Lebaran kami kumpul, makan bersama, bercanda. Sekarang hanya bisa mendoakan,” ujarnya lirih.

Ia mengaku telah berusaha mengikhlaskan kepergian keluarganya, meski rasa kehilangan masih sangat terasa, terlebih di momen Idulfitri.

“Saya ikhlas. Sekarang hanya bisa mendoakan untuk keluarga saya,” imbuhnya.

Baca Juga:Perkuat Silaturahmi, Ketua Relawan Bedas Galih Hendrawan Salurkan Paket Sembako di PameungpeukORIS Hadir di Bandung, PT SMI Ajak Masyarakat Jawa Barat Berkontribusi dalam Pembangunan Nasional

Sementara itu, Dana (63), warga sekitar TPU Kampung Barunyatuh, mengatakan masih terdapat sembilan makam korban longsor yang belum diketahui identitasnya. Meski tanpa keluarga, makam tersebut tetap dirawat dan diziarahi warga.

“Kami tetap mendoakan dan merawat makam yang belum diketahui identitasnya. Karena tidak ada keluarga yang datang, warga di sini yang berziarah,” kata Dana.

Ia menambahkan, sebelumnya terdapat 10 jenazah yang belum teridentifikasi. Namun, satu di antaranya telah dikenali dan dibawa pihak keluarga, sehingga kini tersisa sembilan makam tanpa identitas.

“Sekarang tinggal sembilan makam yang belum diketahui identitasnya. Kami sebagai warga tetap mendoakan, menyiram, dan menaburkan bunga di sana,” tandasnya. (Wit)

0 Komentar