JABAR EKSPRES – Jajaran Satuan Lalu lintas (Satlantas) Polrestabes Bandung, menerapkan teknologi Artificial Intelligence atau AI dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026.
Kasubnit Kamsel Satlantas Polrestabes Bandung, Iptu Hany Amelia, menyebut penerapan teknologi tersebut merupakan bagian dari upaya modernisasi yang dikembangkan oleh Korlantas Polri.
“Ini untuk mendukung keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas selama musim mudik Lebaran,” ujarnya,” di Posko pengaman (Pospam) Asia Afrika, Kota Bandung, Kamis (19/2).
Baca Juga:Bupati Bogor Imbau Pemudik Berhati-hati, Minta Gunakan Pos PAM untuk IstirahatBupati Bogor Pastikan Personel dan Fasilitas Posko Pengamanan Mudik Siap Layani Pemudik
Dengan menggunakan sistem Smart City Road Safety Policing, Hany menyebut pemantauan arus lalu lintas selama pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026 dapat dilakukan dengan mudah.
Di Kota Bandung sendiri, kata dia, saat ini telah terpasang 200 CCTV berteknologi AI yang dapat memantau secara langsung kepadatan kendaraan, potensi kemacetan, hingga gangguan lalu lintas.
“Kamera CCTV tersebut juga mampu menganalisis data lalu lintas secara otomatis. Mulai dari menghitung volume kendaraan, mengenali jenis kendaraan, hingga membaca pelat nomor (nomor polisi) melalui sistem ini,” katanya.
Selain itu, pergerakan masyarakat di sejumlah titik seperti kawasan wisata serta beberapa objek vital lainnya juga, Hany mengaku dapat terpantau secara langsung khususnya saat terjadi lonjakan aktivitas selama libur lebaran nanti.
“Sistem ini juga diperkuat dengan peta geospasial digital yang dapat membantu petugas melihat kondisi lalu lintas secara menyeluruh,” ucapnya.
Maka dari itu, dengan adanya penggunaan teknologi ini Hany berharap pengelolaan arus mudik dan balik Lebaran atau Operasi Ketupat Lodaya 2026 di Kota Bandung dapat berjalan aman dan lancar.
“(Karena) Lewat sistem ini kami bisa memantau kondisi lalu lintas secara langsung. Jadi kalau ada kepadatan atau gangguan, bisa segera direspons,” pungkasnya. (San).
