Fenomena Lama Terulang, Gepeng “Turun Gunung” ke Cimahi Saat Ramadan

Fenomena Lama Terulang, Gepeng “Turun Gunung” ke Cimahi Saat Ramadan
Sejumlah PMKS di Sekitaran Kawasan SMAN 5 Cimahi Jl. Gatot Subroto yang Kerap Tinggal di Trotoar Jalan. (Mong/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Fenomena lonjakan gepeng di Cimahi kembali mencuri perhatian publik menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H. Di sejumlah titik strategis, mulai dari trotoar hingga lampu merah, kehadiran tunawisma dan gelandangan pengemis kini tampak semakin masif.

Lonjakan gepeng di Cimahi saat Ramadan ini bukan terjadi secara tiba-tiba. Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudhistira, memastikan bahwa kondisi tersebut merupakan pola berulang yang hampir selalu terjadi setiap tahun menjelang Lebaran.

“Itu kan fenomena tahunan ya, selalu muncul juga Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) menjelang hari raya Idulfitri karena memang juga banyak program charity yang dilakukan menjelang hari raya dan di bulan Ramadan,” ujarnya, Kamis (29/3/2026).

Baca Juga:Enggan Direhabilitasi, Gepeng di Cimahi Pilih Hidup di JalananDP3AKB2KP Soroti Gepeng Anak dan Perempuan di Cimahi : Banyak yang Balik Lagi ke Jalan

Menurut Adhitia, peningkatan jumlah gepeng di Cimahi akan segera dianalisis oleh Dinas Sosial. Pemerintah juga akan menelusuri asal-usul para gepeng yang datang, yang diduga sebagian besar bukan warga lokal.

“Dinsos akan dimonitoring dan dievaluasi kira-kira lonjakannya seperti apa. Lalu kita akan cek karena biasanya mayoritas bukan warga Kota Cimahi,” katanya.

Di sisi lain, saat dikonfirmasi Jabar Ekspres melalui sambungan seluler, Kepala Bidang Resos dan Dayasos Dinas Sosial Cimahi, Supijan Malik, mengungkapkan bahwa fenomena serupa juga terjadi di berbagai kota lain saat Ramadan.

Menurutnya, meningkatnya jumlah gepeng di Cimahi berkaitan erat dengan tingginya antusiasme masyarakat dalam menyalurkan sedekah secara langsung di jalanan.

Namun kondisi tersebut menghadirkan dilema. Supijan menyebut, di satu sisi, ada dorongan kuat untuk berbagi. Di sisi lain, keberadaan gepeng di ruang publik justru berdampak pada ketertiban dan kenyamanan kota.

“Namun dari sisi ketertiban umum, keberadaan mereka di ruang publik sangat mengganggu keindahan kota dan kenyamanan pengguna jalan,” ungkapnya.

Dalam menghadapi situasi ini, lanjut Supijan, Dinsos Cimahi akan terus melakukan pemantauan secara intensif serta berkoordinasi dengan Satpol PP. Penertiban pun sudah direncanakan, namun baru akan dilakukan setelah momen Lebaran berakhir.

Baca Juga:Hasil Mengemis Lebih Menjanjikan, Gepeng Ogah DirehabilitasiWaspadai Lonjakan Gepeng dan PKL pada Momen Libur Panjang, Satpol PP Kota Bandung Bakal Lakukan Pengawasan

“Direncanakan setelah lebaran akan dilaksanakan penertiban, untuk mengembalikan ketertiban kota. Dinsos selalu berkoordinasi dengan satpol PP,” jelas Supijan.

0 Komentar