Penumpang Kereta dari Bandung Tembus 60 Ribu di Awal Posko Mudik

Calon penumpang Kereta Api Kutojaya Selatan menunggu keberangkatan saat arus mudik idul fitri 1447 H
Calon penumpang Kereta Api Kutojaya Selatan menunggu keberangkatan saat arus mudik idul fitri 1447 H di Stasiun Kiaracondong, Kota Bandung, Minggu (15/3) dini hari. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung mencatat lebih dari 60 ribu pelanggan menggunakan layanan kereta api pada dua hari pertama masa Posko Angkutan Lebaran 2026, 13-14 Maret 2026.

Selama periode tersebut, sebanyak 32.144 pelanggan tercatat berangkat dari berbagai stasiun di wilayah Daop 2 Bandung. Sementara itu, 28.460 pelanggan lainnya tercatat tiba menggunakan layanan kereta api.

Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, mengatakan tingginya mobilitas masyarakat pada awal masa posko menunjukkan kereta api masih menjadi pilihan utama masyarakat untuk bepergian selama periode mudik Lebaran. Selain menawarkan kenyamanan dan ketepatan waktu, kereta api dinilai sebagai moda transportasi yang aman dan efisien.

Baca Juga:Dukung Program Hemat Energi, Pertamina Berangkatkan Ribuan Pemudik dalam Mudik Bareng 2026ESDM Apresiasi Kesiapan Pertamina Jaga Pasokan Energi Selama Ramadan dan Idulfitri 2026

“Kami melihat antusiasme masyarakat untuk menggunakan kereta api pada masa Angkutan Lebaran tahun ini cukup tinggi. Pada dua hari pertama masa posko, tercatat lebih dari 60 ribu pelanggan telah menggunakan layanan kereta api baik yang berangkat maupun tiba di berbagai stasiun di wilayah Daop 2 Bandung,” ujar Kuswardojo secara tertulis, Senin (16/3).

Secara kumulatif hingga dua hari pertama masa Posko Angkutan Lebaran 2026, sebanyak 250.290 tiket kereta api telah terjual untuk perjalanan kereta api jarak jauh dari wilayah Daop 2 Bandung. Jumlah tersebut setara dengan tingkat okupansi sebesar 72,4 persen dari total 345.840 tempat duduk yang disediakan selama masa angkutan Lebaran tahun ini.

KAI Daop 2 Bandung sebelumnya telah menyiapkan kapasitas tempat duduk tersebut untuk mengakomodasi kebutuhan perjalanan masyarakat selama masa Angkutan Lebaran yang berlangsung pada 11 Maret hingga 1 April 2026. Kapasitas itu mencakup perjalanan kereta api reguler maupun kereta tambahan yang dioperasikan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan.

Kuswardojo menuturkan pihaknya terus memantau perkembangan penjualan tiket dan arus pergerakan pelanggan di berbagai stasiun agar pelayanan selama masa Angkutan Lebaran dapat berjalan lancar.

“Kami memastikan seluruh aspek pelayanan telah dipersiapkan dengan baik, mulai dari kesiapan sarana kereta, prasarana di stasiun, hingga kesiapan petugas di lapangan. Tujuannya adalah agar seluruh pelanggan dapat merasakan perjalanan yang aman, nyaman, dan tepat waktu selama masa Angkutan Lebaran,” tambahnya.

0 Komentar