Dengan pendekatan itu, keluarga tidak lagi dipandang sebagai wilayah privat yang terpisah dari dunia profesional aparat penegak hukum.
Sebaliknya, keluarga justru menjadi bagian penting dalam sistem pencegahan terhadap potensi pelanggaran integritas.
“Pengawasan terhadap integritas jaksa tidak hanya bergantung pada lembaga seperti Kejaksaan Agung Republik Indonesia, tetapi juga dimulai dari proses pembentukan karakter di rumah,” ujarnya.
Baca Juga:PT Pegadaian Perkokoh Posisi sebagai Motor Penggerak Ekonomi NasionalJangan Salah Pilih! Ini Panduan Lengkap Memilih Sanitary Valve Berkualitas dari Arita untuk Bisnis Anda
Pemikiran tersebut, lanjut dia, tidak hanya berangkat dari kajian teoritis, tetapi juga dari pengalaman panjangnya selama 38 tahun berkarier sebagai jaksa di Indonesia.
Pengalaman tersebut menjadi landasan empiris dalam melihat hubungan erat antara nilai keluarga dan budaya integritas dalam korps Adhyaksa.
Selama ini, institusi kejaksaan menjunjung nilai dasar seperti Tri Krama Adhyaksa serta prinsip Satya Adhi Wicaksana, yang menekankan pentingnya kejujuran, kebijaksanaan, dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas penegakan hukum. (wit)
