JABAR EKSPRES – Tradisi berkirim parsel sebagai simbol penghormatan dan berbagi kebahagiaan menjelang Hari Raya Idulfitri di Kota Cimahi kini disebut mulai mengalami penurunan. Fenomena tersebut terlihat dari semakin sedikitnya penjual parsel yang beroperasi menjelang Lebaran dibandingkan beberapa tahun lalu.
Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas Perdagangan, Koperasi dan Perindustrian (Disdagkoperin) Kota Cimahi, Indra Bagjana, mengatakan pihaknya melihat adanya perubahan pola kebiasaan masyarakat dalam memberikan hadiah saat momen hari raya.
Menurut Indra, tren berkirim parsel di Kota Cimahi dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan kecenderungan menurun. Hal tersebut terlihat dari berkurangnya aktivitas penjualan parsel di sejumlah titik yang sebelumnya ramai menjelang Lebaran.
Baca Juga:Dirikan Klub Satelit di Bandung, PB Jaya Raya siap Hadirkan Atlet Berpotensi untuk Bulu Tangkis Perkuat Silaturahmi, Ketua Relawan Bedas Galih Hendrawan Salurkan Paket Sembako di Pameungpeuk
“Saya melihat tren parsel dari tahun ke tahun menurun. Dulu, sepanjang jalan ini (jalan Jenderal Amir Mahmud) menjelang lebaran rame pada jualan parsel, sekarang makin gak ada,” tutur Indra dikonfirmasi, Sabtu (14/3/26).
Di Jalan Jenderal Amir Mahmud sendiri, kata Indra, merupakan salah satu jalur utama sekaligus jalur nasional yang menghubungkan Kota Cimahi dengan wilayah Bandung Raya. Pada tahun-tahun sebelumnya, kawasan tersebut dikenal sebagai salah satu titik yang ramai dipadati pedagang parsel musiman menjelang Idulfitri.
Namun dalam pemantauan terbaru yang dilakukan oleh pihak Disdagkoperin Cimahi, kondisi tersebut berubah cukup signifikan. Indra mengatakan dirinya sempat menelusuri sepanjang jalur tersebut untuk melihat langsung keberadaan pedagang parsel yang masih berjualan.
Hasilnya, jumlah penjual yang ditemukan jauh lebih sedikit dibandingkan masa lalu. Menghilangnya para penjual parsel dibuktikan Indra dengan menyusuri jalur nasional di Kota Cimahi itu. Alhasil, dirinya hanya menemukan tiga penjual saja.
Penurunan jumlah pedagang ini, menurutnya, menjadi indikasi bahwa tradisi berkirim parsel sebagai bentuk hadiah Lebaran tidak lagi menjadi pilihan utama sebagian masyarakat.
Indra menilai perubahan ini bukan semata karena faktor ekonomi atau penurunan daya beli, melainkan lebih kepada perubahan kebiasaan masyarakat dalam memberikan hadiah kepada kerabat, rekan kerja, maupun mitra bisnis saat momen hari raya.
“Saya pikir ini hanya karena pergeseran kebiasaan masyarakat. Dulu biasa mengirim parsel sekarang ngirim dalam bentuk lain, misalnya bentuk hadiah berupa logam mulia,” ujarnya.
