Siap Amankan Arus Mudik di Kabupaten Bogor, 5.000 Personel Siaga!

Apel Gabungan Operasi Ketupat Lodaya 2026 digelar di Stadion Pakansari, Cibinong, Kamis (12/3). .Foto : Sandik
Apel Gabungan Operasi Ketupat Lodaya 2026 digelar di Stadion Pakansari, Cibinong, Kamis (12/3). .Foto : Sandika
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Demi mengamankan arus mudik dan libur Lebaran di wilayah Kabupaten Bogor, 5.000 personel gabungan disiapkan Polres Bogor dalam Operasi Ketupat Lodaya 2026.

Apel Gabungan Operasi Ketupat Lodaya 2026 digelar di Stadion Pakansari, Cibinong, Kamis (12/3).

Ribuan personel yang terlibat berasal dari Polres Bogor, TNI, Dinas Perhubungan, serta sejumlah instansi terkait lainnya.

Baca Juga:ORIS Hadir di Bandung, PT SMI Ajak Masyarakat Jawa Barat Berkontribusi dalam Pembangunan NasionalDoa Lailatul Qadar Lengkap dengan Artinya, Amalan di 10 Malam Terakhir Ramadan

Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto mengatakan pihaknya telah menyiapkan 14 pos pengamanan yang tersebar di berbagai titik strategis di Kabupaten Bogor guna memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat selama libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Selain pos pengamanan, Polres Bogor juga mendirikan satu pos pelayanan bagi masyarakat yang melintas atau beristirahat di kawasan Puncak.

“Untuk melayani masyarakat yang melakukan perjalanan mudik, kami juga menyiapkan pos pelayanan di Rest Area Gunung Mas dan Posko Gadog,” ujarnya.

Menariknya, Polres Bogor akan menghadirkan konsep berbeda pada pos terpadu yang berada di kawasan Gadog. Pos tersebut akan dibuat dengan konsep tematik agar lebih nyaman dan mudah dikenali masyarakat.

“Di Pos Terpadu Hoegeng nanti posnya kita bentuk agak unik. Posnya tematik yang kita gunakan untuk melayani masyarakat yang merasa mudik,” katanya.

Tidak hanya itu, Polres Bogor juga menyiapkan fasilitas Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Pos Hoegeng Gadog sebagai bentuk dukungan terhadap penggunaan kendaraan listrik selama musim mudik.

Dalam pengaturan lalu lintas, Polres Bogor juga akan kembali melibatkan Sukarelawan Pengatur Lalu Lintas (Supeltas) untuk membantu petugas di jalur wisata Puncak yang kerap mengalami kepadatan kendaraan saat libur panjang.

Baca Juga:Ride of Happiness Ajak 100 Anak Yatim Berbagi Kebahagiaan RamadanRibuan Umat Islam Ikuti World Quran Hour di Pusdai Bandung

Menurut Wikha, lonjakan kendaraan diprediksi justru terjadi setelah Hari Raya Idul Fitri, ketika masyarakat mulai memanfaatkan waktu libur untuk berwisata.

“Kita tetap menggunakan supeltas karena kita sudah memprediksi bahwa kemungkinan lonjakan bukan saat arus mudik, tetapi di hari pertama atau kedua Lebaran ketika masyarakat mulai libur,” jelasnya.

Sementara itu, rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah atau one way juga kembali disiapkan untuk mengurai kepadatan kendaraan di Jalur Puncak.

0 Komentar