JABAR EKSPRES -Suasana Masjid Pusdai, Kota Bandung dipenuhi ribuan umat Islam yang mengikuti kegiatan World Quran Hour (WQH), Sabtu (7/3/2026). Kegiatan tahun ini hadir dengan tema “Membentuk Diri Sebelum Mengubah Dunia”.
Program yang diinisiasi oleh Quran Cordoba tersebut merupakan bagian dari gerakan global yang mengajak umat Islam di berbagai negara untuk membaca dan mentadabburi Alquran secara serentak.
Presiden Direktur Quran Cordoba, Usman Elqurtuby mengajak umat Islam mencari inspirasi melalui Alquran dengan cara membacanya, menghafalnya, memahami maknanya, serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga:Lewat Eksepsi, Kuasa Hukum Resbob Nilai Dakwaan JPU Cacat FormilBULOG Bandung Percepat Serapan Gabah Petani di Sumedang
Menurutnya, tema yang diangkat dalam WQH 2026 selaras dengan pesan Surah Al Muzzammil yang turun pada masa awal dakwah Rasulullah SAW ketika menghadapi tekanan sekaligus tanggung jawab besar dalam menyampaikan risalah Islam.
“Acara WQH menjadi momentum bagi umat Islam untuk tafakur sejenak dari rutinitas duniawi, lalu kembali mendekatkan diri kepada Alquran. Dalam satu waktu yang sama, bersama muslim di berbagai belahan dunia membaca dan mentadabburi Alquran secara serentak, menciptakan gelombang spiritual yang menghubungkan seluruh umat,” katanya.
Surat Al Muzzammil memberikan arahan spiritual mendalam kepada Rasulullah SAW sebelum memikul tanggung jawab dakwah yang besar. Dalam surah itu, Allah SWT memerintahkan Rasul-Nya untuk menguatkan diri melalui salat malam, tilawah Alquran, kesabaran, dan keteguhan hati.
“Pesan tersebut menjadi relevan dengan kondisi manusia modern yang sering kali berhadapan pada tekanan hidup dan tuntutan perubahan yang begitu cepat. WQH 2026 ingin menghadirkan ruang refleksi bagi masyarakat untuk kembali menghidupkan nilai-nilai tersebut,” ujarnya.
Dengan membaca dan merenungi ayat-ayat Alquran, harapannya lahir pribadi-pribadi yang lebih matang secara spiritual, bijak dalam bertindak, dan mampu membawa perubahan positif bagi lingkungannya.
Kegiatan ini dihadiri sejumlah ulama, cendekiawan, dan narasumber inspiratif yang berbagi perspektif tentang makna Surah Al Muzzammil serta relevansinya dalam kesembuhan hati dan kehidupan modern.
Beberapa narasumber yang hadir, antara lain Habib Ali Zainal Al-Kaff, Agus Rahmadi, dan Prof Miftah Faridl. Mereka mengajak para peserta memahami bagaimana Alquran bukan hanya kitab bacaan, tetapi juga pedoman hidup yang mampu membentuk karakter, mental, dan ketahanan spiritual manusia.
