JABAR EKSPRES – Harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi dipastikan tidak mengalami kenaikan, setidaknya sampai Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026. Hal itu disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, sebelum mengikuti rapat terbatas di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Selasa.
“Saya dapat memastikan untuk menyangkut subsidi BBM, sampai dengan Hari Raya (Idulfitri) Insyaallah tidak ada kenaikan apa-apa,” ujarnya, dikutip Rabu (11/4/2026).
Selain itu, ia juga memastikan bahwa pihaknya telah membahas terkait harga BBM subsidi tersebut dengan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.
Baca Juga:Harga BBM Subsidi Tak Naik Meski Minyak Dunia Meroket, Benarkah?Soal Pemangkasan Anggaran MBG, Ini Kata Menkeu!
Meskipun harga minyak dunia mengalami kenaikan signifikan imbas gejolak politik di Timur Tengah, kata dia, BBM subsidi tetap tidak ada kenaikan.
Di samping itu, Bahlil juga mengingatkan agar masyarakat tidak khawatir adanya kelangkaan BBM, sehingga melakukan “panic buying“.
“Saya menyarankan dan meminta tidak perlu ada panic buying karena memang stok BBM kita cukup,” kata Bahlil.
Kemudian terkait kabar BBM cukup untuk 21-25 hari, lanjut dia, itu adalah kapasitas penyimpanan BBM. Setelahnya, ia memastikan pasokan tetap ada.
“Tetapi itu kan, dia pergi dan datang lagi, industri kita jalan terus, dan impor kita nggak ada masalah,” tegas Bahlil.
Terpisah, Menkeu Purbaya juga menjelaskan bahwa ketersediaan anggaran untuk BBM subsidi hingga Hari Raya Idulfitri masih aman.
“Kita masih aman, masih kuat. Ini kan baru beberapa hari naiknya. Kita kan subsidinya setahun penuh. Rata-rata setahun 70 (dolar AS per barel) asumsi kita. Ini kan baru beberapa hari saya. Jadi, belum cukup untuk mengubah anggaran kita. Jadi kita masih bisa absorb,” paparnya.
Baca Juga:Anggaran MBG Berpotensi Dipangkas, Imbas Perang Iran vs Israel-AS?Masyarakat Diminta Tak "Panic Buying" BBM, Stok Aman?
Di hadapan wartawan, Bahlil menyebut per hari ini harga minyak mentah dunia telah turun di bawah 100 dolar AS per barel. Harga minyak mentah dunia, kata Bahlil, masih fluktuatif pada kisaran 80-90 dolar AS per barel.
Sejalan dengan itu, Purbaya juga meyakini bahwa harga minyak mentah dunia masih akan fluktuatif.
“Itu bisa naik, bisa turun cepat loh. Jadi, kita lihat, pastikan, betul enggak naik, betul enggak turun. Begitu beberapa hari, beberapa minggu naik, ya sudah kita bisa antisipasi naik terus. Ini kan enggak,” kata dia.
