“(Harga) naik, tiba-tiba turun lagi. Nanti kalau harga minyak turun, kita ubah lagi, repot kan. Jadi, menetapkan respons APBN itu lebih hati-hati dibandingkan dengan merespons gerakan saham,” lanjut Purbaya.
Oleh karena itu, ia memastikan pemerintah akan mengamati lebih dulu tren harga minyak mentah dunia dalam beberapa waktu sebelum mengambil kebijakan untuk merespons dinamika tersebut.
“Saya pikir cukup (sebulan mengamati harga), sekarang ini berubah-ubah kan. 120 (dolar AS per barel) yang kemarin, tinggi. Berapa sekarang, 90 (dolar AS per barel). Kalau turun lagi bagaimana? Kan berubah terus. Jadi, kita nanti tebak arahnya yang sebetulnya seperti apa,” pungkasnya.
