JABAR EKSPRES – Tumpukan limbah batu bara diduga jenis fly ash dan bottom ash (FABA) ditemukan di kawasan perkebunan warga di Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Material tersebut diduga dibuang secara sembarangan di pinggir jalan yang menghubungkan Desa Mandalasari dan Desa Kanangasari.
Berdasarkan pantauan di lapangan, limbah berwarna hitam itu terlihat menumpuk begitu saja tanpa melalui proses pengolahan. Sebagian limbah dikemas dalam karung dan kantong plastik, sementara sebagian lainnya ditumpuk langsung di tanah.
Baca Juga:Program 3 Juta Rumah Dinilai Bisa Dongkrak Ekonomi NasionalKopi Good Day DBL Camp 2026 Digelar di Jakarta, 260 Student Athlete Berebut Tiket ke Amerika Serikat
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran warga karena material limbah mudah beterbangan saat tertiup angin atau ketika kendaraan bermotor melintas.
Selain itu, masyarakat juga takut saat hujan turun, air bercampur limbah mengalir ke badan jalan dan kebun warga karena tidak ada penghalang atau sistem penyaringan.
Seorang warga, Burhan (40), mengatakan tumpukan limbah di wilayah Mandalasari sebenarnya sudah ada cukup lama. Namun, limbah yang berada di wilayah Kanangasari diduga baru muncul beberapa hari terakhir.
“Kalau yang di Mandalasari sudah lumayan lama. Tapi yang di Kanangasari sepertinya baru sekitar empat hari terakhir ada,” kata Burhan saat ditemui di lokasi, Senin (9/3/2026).
Ia mengaku setiap hari melintasi jalan tersebut saat berangkat kerja dari Kanangasari menuju Padalarang. Menurutnya, bau dari limbah cukup menyengat dan cairannya kadang mengalir hingga ke badan jalan.
“Baunya cukup menyengat kalau lewat sini. Kadang juga ada cairan yang sampai ke jalan. Harapannya segera dibersihkan karena khawatir berdampak buruk bagi lingkungan dan pengguna jalan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban Umum Kecamatan Cikalongwetan, Pipin Irawan, membenarkan pihaknya menerima laporan masyarakat terkait dugaan pembuangan limbah batu bara tersebut.
Baca Juga:Berkah! UMKM Binaan Pertamina Raup Omzet hingga Dua Kali Lipat di SMEXPO Ramadan 2026Kepala BKPSDM Bantah Tuduhan 'Permainan' dalam Rotasi Mutasi Pejabat Pemkab Bandung
Menindaklanjuti laporan itu, pihak kecamatan bersama aparat terkait melakukan peninjauan ke lokasi dan menemukan tiga titik tumpukan limbah.
“Dua titik berada di wilayah Desa Mandalasari dan satu titik di Desa Kanangasari. Di dua lokasi limbah dikemas dalam karung dan kantong plastik, sedangkan di titik lainnya tampaknya langsung ditumpahkan dari truk,” kata Pipin.
