JABAR EKSPRES – Mengusung nilai kemanusiaan, kesehatan dan pendidikan Run For Humanity (RFH) bakal kembali di gelar di Bandung 2026, pada Minggu, 19 April 2026.
Event lomba lari terorganisir yang didukung Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bandung itu, bakal melombakan kategori 5 K dan 10 K.
Kegiatan yang rencananya akan terpusat di Balaik Kota Bandung itu terbuka untuk umum dan mulai membuka pendaftaran pada 10 Februari 2026.
Baca Juga:Pererat Hubungan dengan Masyarakat, Daya Group Gelar Buka Bersama di Panti Asuhan NugrahaMelaui Program TJSL, PT Pegadaian Kanwil X Jabar Beri Bantuan Mobil Siaga di Batukaras
“Jadi, start-nya di Balai Kota. Rutenya mirip dari kemarin. Start di sisi pintu keluar balai kota. Turun ke bawah gereja, belok kiri ke Forest lurus sampai nanti ke arah Dago turun ke bawah. Jadi, sebagian kalau 5 kilonya keluar dari Jalan Riau,” ungkap Race Director RFH, Eka Enani Putra di Merial Syariah Hotel Bandung, Jalan Cipaganti No.4, Tamansari, Kec.Bandung Wetan, Kota Bandung.
“Jadi untuk rute masih sama sih, hampir 70 persennya sama seperti tahun kemarin, cuma karena posisi start dan finish nya saja yang berbeda,” sambungnya.
Eka mengatakan, berbeda dengan tahun lalu yang berkonsep Fun Run, untuk tahun ini Run For Humanity menggunakan konsep kompetisi race. “Tahun ini kita maunya race semua. Kebetulan ini kota pertama jadi kita adakan lomba. Jadi, paling enggak ada peningkatan kualitas event-nya sendiri,” kata Eka.
Untuk RFH kali ini, pihaknya menargetkan 3.000 hingga 4.000 peserta. “Mudah-mudahan tercapai dan bisa lebih. Tahun kemarin (target) memang 2.500 tapi yang mendaftar hingga 2800. Tahun ini sampai 4.000. saya rasa masih bisa,” sebutnya.
Selain diikuti beberapa komunitas lari dan masyarakat umum, event ini juga bakal diikuti para atlet, baik atlet daerah atau pun atlet nasional.
“Meski belum terkonfirmasi tapi beberapa teman atlet rencananya akan ikut. Nanti akan kita post atlet siapa saja yang akan ikut,” terangnya.
Berbeda dengan tahun lalu, pada 2026 ini panitia juga bakal menyediakan timing system dengan tujuan agar para pelari dapat mengetahui waktu yang mereka dapat.
Baca Juga:Tips Umum Persiapan Tes IELTSDapur MBG Buniwangi Berhenti Mendadak, Ribuan Siswa di Pelosok Sukabumi Tak Lagi Terima Paket Makan Bergizi
“dengan adanya timing system, latihan mereka segala macam terukur. Jadi mereka bisa tahu apakah ada peningkatan atau tidak. Kalau tahun kemarin kan enggak ada timing system, jadi mereka nyatat waktu sendiri. Tahun ini secara official nyatat juga,” jelasnya.
