Dapur MBG Buniwangi Berhenti Mendadak, Ribuan Siswa di Pelosok Sukabumi Tak Lagi Terima Paket Makan Bergizi

SPPG
Dapur MBG Buniwangi Berhenti Sejak Awal Tahun, Ribuan Siswa di Pelosok Sukabumi Tak Lagi Terima Paket Makan Bergizi
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Operasional dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Buniwangi, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat berhenti sejak akhir Januari 2026.

Terhitung hampir dua bulan, sebanyak 2.998 penerima manfaat tidak lagi menerima paket makanan bergizi yang sebelumnya dibagikan setiap hari.

Penghentian distribusi terjadi tanpa pemberitahuan resmi kepada sekolah maupun orangtua siswa. Kompor dapur tak lagi menyala dan aktivitas produksi makanan terhenti.

Baca Juga:Tak Perlu Gunakan Jasa Calo, Klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan Mudah, Cepat dan Gratis!Presiden Tetapkan Pimpinan Baru BPJS Ketenagakerjaan 2026–2031

“Tahun kemarin masih lancar-lancar aja. Tapi di awal tahun ini anak saya gak pernah terima lagi paket MBG. Sekarang tidak ada pemberitahuan, tahu-tahu berhenti. Kami keberatan karena itu membantu sekali,” kata Indah (37) salah seorang orangtua siswa saat ditemui, baru-baru ini.

Meski demikian, dirinya ingat bahwa MBG di pekan pertama Januari lalu sempat terdistribusi namun mandek sebelum sempat lanjut lagi selama dua hari.

“Setelah itu gak pernah lagi ada MBG dari saat itu sampai sekarang. Katanya sih dapurnya berhenti dulu. Gak tahu alasannya apa,” tutur Indah.

Orangtua siswa lainnya, Yuni (45) mengatakan, berhentinya operasional dapur itu disinyalir karena adanya sengketa dua dapur yang menyuplai penerima manfaat yang sama

“Saya dengar-dengar ada konflik. Ada dua dapur yang mengirim MBG ke sekolah yang sama di bawah yayasan yang sama. Tapi itu baru kabar kabur,” ujar Yuni.

Yuni berharap, sengketa itu tak berkepanjangan sehingga tidak menimbulkan dampak yang berlarut-larut baik ke penerima manfaat maupun ke para pegawai.

“Dampaknya kan anak-anak sekolah gak dapat fasilitas negara. Terus pegawainya juga kasihan, apalagi mau lebaran. Semoga cepat selesai,” tuturnya.

Baca Juga:82,7 Persen Warga Cimahi Menyatakan Puas Dalam Setahun Kepemimpinan Pasangan Ngatiyana-AdhitiaTebar Keberkahan di Bulan Ramdan, Pegadaian Kanwil X Jabar Bagikan 1.200 Paket Takjil

Terpisah, pemilik fasilitas dapur, Tini Suhartini (44), mengatakan persoalan bermula ketika aksesnya sebagai maker pada virtual account operasional dapur tidak lagi dapat digunakan pada awal Januari 2026.

Maker dalam sistem MBG berperan menginisiasi transaksi pencairan dana operasional baik untuk membeli bahan baku maupun kelancaran operasional.

“Awal Januari itu saya sudah tidak bisa maker. Beberapa hari kemudian ada email dari bank, nama virtual account berubah,” ujar Tini.

Menurut dia, perubahan tersebut terjadi tanpa konfirmasi langsung kepadanya. Ia juga mempertanyakan informasi yang sempat beredar bahwa akunnya diretas.

0 Komentar