PW KAMMI Jawa Barat:Dari Dasasila Bandung ke Palestina: Meneguhkan Kembali Politik Anti-Penjajahan Indonesia  

Dari Dasasila Bandung ke Palestina: Meneguhkan Kembali Politik Anti-Penjajahan Indonesia  
Dari Dasasila Bandung ke Palestina: Meneguhkan Kembali Politik Anti-Penjajahan Indonesia  
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Situasi geopolitik global beberapa bulan terakhir semakin menegaskan bahwa perjuangan rakyat Palestina belum menemukan keadilan. Agresi militer yang terus berlangsung, ketidakpastian diplomasi internasional, dan minimnya keberpihakan lembaga global menunjukkan bahwa persoalan Palestina bukan hanya konflik regional, melainkan ujian moral dunia internasional.

Bagi Indonesia, isu Palestina tidak dapat dipisahkan dari identitas politik luar negeri dan sejarah diplomasi bangsa. Sejak Konferensi Asia Afrika 1955, Indonesia telah memimpin gerakan anti-penjajahan dunia melalui Dasasila Bandung, yang dengan tegas menolak kolonialisme, penindasan, dan segala bentuk ketidakadilan internasional.

Namun, keputusan pemerintah Indonesia untuk bergabung dalam forum Board of Peace (BOP) telah menimbulkan pertanyaan serius tentang konsistensi arah politik luar negeri Indonesia. BOP, yang tidak merepresentasikan kepentingan bangsa Palestina dan memiliki afiliasi dengan aktor-aktor yang mendukung status quo konflik, berpotensi mengaburkan posisi moral Indonesia sebagai bangsa anti-penjajahan.

Baca Juga:PW KAMMI Jabar Desak Kementerian PU Perbaiki Jalan Karawang–Cirebon, 56 Kecelakaan Terjadi di Jalur PanturaPW KAMMI Jabar Desak Indonesia Mundur dari Board of Peace demi Konsistensi Dukungan Palestina

Atas dasar itu, PW KAMMI Jawa Barat menyampaikan sikap tegas sebagai berikut:

1. Mendesak Pemerintah Indonesia untuk Segera Mundur dari Board of Peace (BOP)

Keikutsertaan Indonesia dalam BOP tidak sejalan dengan semangat politik luar negeri bebas aktif dan prinsip anti-penjajahan yang menjadi landasan diplomasi Indonesia. Forum tersebut tidak mencerminkan kehendak rakyat Indonesia yang sejak lama berdiri teguh bersama perjuangan bangsa Palestina.

2. Menolak Normalisasi Perdamaian Tanpa Keadilan

PW KAMMI Jabar menegaskan bahwa perdamaian yang tidak menempatkan keadilan sebagai dasar adalah bentuk lain dari penjajahan. Indonesia tidak boleh terjebak dalam diplomasi simbolik yang justru menurunkan posisi moral bangsa di mata dunia internasional.

3. Menyerukan Konsistensi Politik Luar Negeri Indonesia sebagaimana Amanat Dasasila Bandung

Kami mengingatkan bahwa Bandung pernah menjadi pusat gelombang moral dunia yang menolak kolonialisme. Konsistensi Indonesia terhadap Palestina bukan sekadar posisi politik, tetapi utang historis dan komitmen konstitusional.

4. Mengajak Seluruh Generasi Muda, Akademisi, dan Masyarakat Sipil untuk Terus Mengawal Isu Palestina

Dukungan terhadap Palestina adalah bagian dari kesadaran sejarah dan kemanusiaan. PW KAMMI Jabar berkomitmen menjadi bagian dari gerakan sipil yang menjaga suara keadilan tetap hidup di ruang publik.

0 Komentar