Pesantren Ramadan Jurnalis di Ponpes Darussalam Ciamis, Mental Wartawan Disebut Harus Filantropis

Pengasuh Ponpes Darussalam Ciamis, KH. Dr. Fadlil Yani Ainusyamsi, MBA., M.Ag., yang akrab disapa Ang Icep
Pengasuh Ponpes Darussalam Ciamis, KH. Dr. Fadlil Yani Ainusyamsi, MBA., M.Ag., yang akrab disapa Ang Icep, memberikan siraman rohani kepada para wartawan, di Pendopo Ponpes Darussalam Ciamis, Kamis (6/3/2026). (Cecep Herdi/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Puluhan jurnalis mengikuti kegiatan Pesantren Ramadan 1447 Hijriah yang digelar di Pondok Pesantren (Ponpes) Darussalam, Ciamis, Kamis (5/3/2026) siang hingga malam hari.

Rangkaian kegiatan yang dikhususkan bagi para pekerja media ini bertujuan untuk menguatkan fondasi spiritual dan etika profesi di tengah tantangan dunia jurnalistik yang dinamis.

Pengasuh Ponpes Darussalam Ciamis, KH. Dr. Fadlil Yani Ainusyamsi, MBA., M.Ag., yang akrab disapa Ang Icep, hadir langsung memberikan siraman rohani kepada para peserta. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan pandangannya mengenai peran strategis seorang jurnalis di tengah masyarakat.

Baca Juga:Transaksi ZISWAF BSI Naik 14 Persen Selama Ramadan    Silaturahmi Akbar PKB, Kang Cucun Serahkan Kendaraan Ambulans untuk 31 Kecamatan

Menurut Ang Icep, seorang jurnalis atau wartawan memiliki fungsi vital sebagai alat untuk menggerakkan umat. Kekuatan utama untuk menggerakkan itu terletak pada literasi yang dihasilkan melalui karya tulisnya.

Tulisan seorang jurnalis, lanjutnya, bukan sekadar laporan peristiwa, melainkan juga energi yang dapat membangkitkan kesadaran dan mendorong perubahan sosial.

Lebih jauh, Ang Icep menekankan bahwa profesi wartawan haruslah melekat dengan jiwa filantropis. Ia menjelaskan bahwa seorang jurnalis yang filantropis adalah individu yang secara sukarela menyumbangkan waktu, tenaga, keahlian, dan sumber daya lainnya untuk mendukung tujuan-tujuan sosial dan kemanusiaan. Sikap ini, ujarnya, penting untuk menciptakan perubahan positif di tengah masyarakat.

“Belajar ilmu agama itu harus ada motivasi. Yang terpenting, dalam menuntut ilmu, kita harus bertemu langsung dengan guru. Di situlah letak keberkahan ilmu itu,” pesan Ang Icep di hadapan para jurnalis yang hadir, mengingatkan pentingnya sanad keilmuan dan nilai-nilai luhur dalam bekerja.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ciamis, Dr. H. Andang Firman Triyadi, MT., yang turut hadir dalam acara tersebut, juga memberikan wejangan kepada para peserta. Ia menegaskan bahwa ilmu pengetahuan, termasuk ilmu jurnalistik, harus dijadikan pedoman dalam setiap kegiatan sehari-hari.

Sekda Andang menyoroti tantangan yang dihadapi oleh profesi jurnalis saat ini. Menurutnya, profesi ini sangatlah menantang karena batas antara kebaikan dan keburukan dalam menjalankan tugasnya bisa sangat tipis. Sebuah berita dapat membawa manfaat besar, tetapi jika tidak didasari etika dan kejujuran, dapat pula berujung pada kemudaratan.

0 Komentar