Nestlé Indonesia Tegaskan Dampak Nyata Program Pendampingan Gizi  dalam Mendukung Upaya Pencegahan Stunting

Nestlé Indonesia Tegaskan Dampak Nyata Program Pendampingan Gizi  dalam Mendukung Upaya Pencegahan Stunting
Nestlé Indonesia menutup rangkaian Program Pendampingan Gizi 2025 bersama seluruh mitra lintas sektor yang berperan dalam pelaksanaannya; (dari kiri ke kanan) Ankur Mittal - Marketing Manager PT Nestlé Indonesia Indonesia, Faelasufa, S.IP., M.PP - Ketua TP PKK Kabupaten Batang, Prof. Ali Khomsan - Guru Besar Pangan dan Gizi IPB, Amri Ilmma - Chief Operating Officer Yayasan Edu Farmers International, Dr. Yuni Hastutiningsih, SKM., M.Kes - Plt. Direktur Bina Peran Serta Masyarakat Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan Ketua Tim Kerja GENTING (Gerakan Orangtua Asuh Cegah Stunting), Fajar Dewantara, Director of Corporate Affairs PT Nestlé Indonesia di Jakarta (04/03).
0 Komentar

Gambaran pelaksanaan program pendampingan gizi juga turut dipaparkan langsung oleh Ketua TP PKK Kabupaten Batang, Faelasufa, S.IP., M.PP. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pendekatan pendampingan dan edukasi dalam intervensi di tingkat desa merupakan kunci penting dalam keberhasilan program.

“Pada program GENTING (Gerakan Orangtua Asuh Cegah Stunting) TP PKK tahun kemarin, kami menjadi orang tua asuh bagi 272 anak (di Kabupaten Batang). Kami ukur berat badan mereka sebelum program mulai, kemudian setiap bulan kita juga kerjasama dengan posyandu untuk menarik data berat badan mereka. Alhamdulillah, 98 persen dari anak-anak tersebut berat badannya naik selama kita memberikan intervensi GENTING. Satu hal yang saya sangat suka dari program pendampingan gizinya Nestlé adalah Nestlé memberi tahu caranya ke ibu-ibu di desa-desa di Batang. Jadi knowledge gap di desa itu nyata dan yang saya suka adalah Nestlé itu ngajarin, gak cuma ngasih makan, tapi juga ada program pendampingannya untuk meningkatkan pengetahuan ibu-ibu di desa bahwa makanan yang bergizi itu gak perlu mahal.”

Dampak program juga dirasakan langsung oleh keluarga penerima manfaat. Perwakilan Orang Tua Penerima Manfaat Intervensi Gizi dari Nestlé di Pasuruan, Himmatul Ulya, menyampaikan bahwa pendampingan dan edukasi kepada kader dan keluarga membantu pemahaman akan pentingnya gizi seimbang serta pemantauan rutin tumbuh kembang anak setiap harinya.

Baca Juga:6 UMKM Tembus Pasar Global, Produk Camilan Lokal Diekspor ke MaladewaMBG Rampas Anggaran Pendidikan, Ini Respon Pemerintah!

“Setelah mengikuti Program Pendampingan Gizi, kami lebih memahami kebutuhan gizi anak dan cara memantau pertumbuhannya. Anak kami yang sebelumnya berat badannya sulit naik mulai menunjukkan perbaikan, lebih aktif, dan nafsu makannya meningkat secara bertahap setelah mengikuti program dan pemantauan rutin bersama kader. Kami juga mulai menerapkan pola makan yang lebih sehat untuk seluruh keluarga.”

Program ini dirancang bukan sekadar sebagai intervensi jangka pendek, melainkan sebagai model pendekatan berkelanjutan yang memperkuat kapasitas keluarga, kader, dan komunitas dalam menjaga praktik gizi yang baik di tingkat rumah tangga, sejalan dengan komitmen global Nestlé untuk mendukung 50 juta anak hidup lebih sehat pada 2030.

0 Komentar