6 UMKM Tembus Pasar Global, Produk Camilan Lokal Diekspor ke Maladewa

6 UMKM Tembus Pasar Global, Produk Camilan Lokal Diekspor ke Maladewa
Ilustrasi keripik tempe produk UMKM yang diekspor ke Maladewa. (Foto: Pinterest)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah kembali mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk naik kelas dengan menembus pasar internasional.

Kali ini, enam UMKM lokal berhasil mengekspor berbagai produk makanan olahan ke Maladewa, negara di kawasan Asia Selatan.

Pelepasan ekspor dilakukan langsung oleh Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti, di lokasi produksi Keripik Tempe dan Sambal Pecel H&G di Kelurahan Tebon, Kecamatan Barat pada Kamis (6/3/2026) kemarin.

Baca Juga:MBG Rampas Anggaran Pendidikan, Ini Respon Pemerintah!Strategi Indonesia Hadapi Konflik Global, Amankan Pasokan Energi dari Luar Timur Tengah

“Ini capaian yang sangat membanggakan, UMKM dari Magetan kini bisa melakukan ekspor secara mandiri. Pemerintah Kabupaten Magetan akan terus memberikan motivasi dan dukungan supaya makin banyak pelaku usaha yang bisa mengikuti langkah ini,” ujar Nanik dikutip dari ANTARA, Jumat (6/3/2026).

Menurutnya, enam UMKM yang terlibat dalam kegiatan ekspor tersebut semuanya berasal dari Magetan. UMKM tersebut ialah Kentang Mustofa, H&G Tempe, Arrohman Kerupuk Sukun, Keripik Jamur Wisnu, dan Pisrunch.

Adapun untuk makanan olahan produksinya yang diekspor di antaranya adalah keripik tempe, sambal pecel, kerupuk puli, keripik kentang, keripik sukun, banana chips, teri kacang kentang balado, dan keripik jamur.

Ia juga berharap jumlah tersebut akan terus bertambah melalui peningkatan kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan Kementerian Perdagangan.

“Semua pelaku yang mengekspor kali ini adalah UMKM kita sendiri. Tentu kami berharap jumlahnya bertambah, sehingga semakin banyak yang bisa naik kelas,” katanya.

Koordinator Tenaga Teknis Bidang Standardisasi Produk, Akses Pasar, Promosi, Pemasaran dan Kurasi Produk Ekspor pada Export Center Surabaya Kementerian Perdagangan, Jalian Setiarsa mengatakan pihaknya terus mengembangkan program pendampingan bagi UMKM yang sudah memiliki pengalaman ekspor.

“Kami terus mendorong perluasan pasar dan bekerja sama dengan pemerintah daerah, termasuk Pemkab Magetan. Program ini memang kami tujukan bagi UMKM yang sudah pernah melakukan ekspor,” katanya.

Baca Juga:Mudik Gratis Lebaran 2026 di Bandung Barat Resmi DibukaDorong Ekspor UMKM, Wamendag Ajak Masyarakat Jadi Duta Produk Indonesia 

Ia juga menambahkan, Export Center Surabaya hampir setiap bulannya membantu dan mendampingi UMKM dari berbagai daerah di Jawa Timur untuk menembus pasar internasional, dengan jumlah dan produk yang bervariasi.

0 Komentar