Wapres Gibran Dukung Penggunaan AI di Sekolah: Tapi Critical Thinking Tetap Perlu Diasah

Wapres Gibran Dukung Penggunaan AI di Sekolah, Tekankan Critical Thinking Tetap Perlu Diasah
Wapres Gibran Rakabuming Raka saat mengunjungi SMP Plus Muthahhari, Rancaekek, Kabupaten Bandung, Rabu (4/3/2026). Foto: Agni Ilman/Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka menegaskan, pentingnya pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam dunia pendidikan saat mengunjungi SMP Plus Muthahhari, Rancaekek, Kabupaten Bandung, Rabu (4/3/2026).

Dalam kunjungan tersebut, ia mendorong guru dan pelajar untuk adaptif terhadap perkembangan teknologi, namun tetap mengedepankan etika dan keseimbangan.

Menurut Gibran, penggunaan AI sangat relevan untuk menunjang aktivitas belajar mengajar sehari-hari.

Baca Juga:Wapres Gibran Rakabuming Raka Tinjau Program Scientech dan E-Sport di SMP Santo Yusup BandungWapres Gibran Turun Tangan, Penanganan Longsor Pasirlangu Dikebut

“Intinya, penggunaan AI ini penting sekali untuk kehidupan sehari-hari, terutama untuk menunjang para guru dan pengajar, serta mempermudah kegiatan para pelajar. Tapi di satu sisi, kita juga harus tahu bahwa AI ini ada aturan main dan etikanya,” ujarnya.

Ia mengapresiasi dukungan ASEAN Foundation dan Google dalam penguatan literasi AI bagi pelajar. Gibran menyampaikan terima kasih atas kontribusi kedua lembaga tersebut dalam mendukung kesiapan generasi muda menghadapi era digital.

Gibran menuturkan, setiap berkunjung ke Bandung, dirinya konsisten mengenalkan AI ke berbagai jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar hingga pesantren.

Hal itu dilakukan agar pelajar Indonesia tidak tertinggal dalam persaingan global. Ia berharap materi AI yang dipelajari benar-benar mampu membantu siswa menjawab tantangan zaman.

Namun demikian, ia mengingatkan adanya dampak negatif yang perlu diantisipasi, salah satunya maraknya penipuan berbasis teknologi seperti deepfake.

“Memang akhir-akhir ini penipuan biasanya memakai deepfake. Gambarnya ditempel untuk minta uang dan sebagainya,” katanya.

Gibran menekankan agar pelajar tidak bergantung sepenuhnya pada AI. Ia meminta agar kemampuan berpikir kritis tetap diasah.

Baca Juga:CKG dan Speling Terus Digencarkan! Gubernur Jateng dan Wapres Gibran Tinjau Lokasi Pelaksanaan di SalatigaMBG Sasar 6,3 Juta Penerima di Jateng, Wapres Gibran dan Gubernur Luthfi Tinjau Langsung ke Sekolah

“AI boleh digunakan, tapi critical thinking jangan sampai hilang. Jangan sampai PR hanya mengandalkan AI. Tetap harus cari sendiri jawabannya,” tegasnya.

Ia juga meminta para guru untuk terus meningkatkan kompetensi agar mampu memberikan pendampingan yang tepat kepada siswa dalam penggunaan teknologi.

Menurutnya, tenaga pendidik harus melakukan pembaruan diri agar tidak tertinggal dari para muridnya.

Dalam sesi dialog, Gibran turut menanggapi pertanyaan siswa terkait dampak lingkungan dari perkembangan industri teknologi.

Ia menjelaskan bahwa kemajuan AI, termasuk kebutuhan semiconductor dan chip, memerlukan sumber daya besar seperti air. Karena itu, isu kelangkaan air harus diantisipasi sejak dini.

0 Komentar