Pengukuhan Plt Ketua Harian Askot PSSI Cimahi Jadi Momentum Kebangkitan Sepak Bola Daerah

Wakil Wali kota Cimahi, Adhitia Yudhistira dan Plt Harian Ketua PSSI Cimahi, Barkah Setiawan saat ditemui
Wakil Wali kota Cimahi, Adhitia Yudhistira dan Plt Harian Ketua PSSI Cimahi, Barkah Setiawan saat ditemui awak media usai pengukuhannya di aula B Pemkot Cimahi/Foto: Firman Satria/Jabar Ekspres/
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota Cimahi menyambut pengukuhan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Harian Askot PSSI Kota Cimahi sebagai momentum penting untuk membangkitkan kembali roda organisasi dan prestasi sepak bola daerah.

Pengukuhan tersebut ditandai dengan diterimanya Surat Keputusan (SK) oleh Barkah Setiawan sebagai Plt Ketua Harian Askot PSSI Kota Cimahi yang diterbitkan oleh Asosiasi PSSI Provinsi Jawa Barat. Prosesi berlangsung di Aula B Pemkot Cimahi, Rabu (4/3/2026).

Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudhistira, menegaskan harapannya agar kepengurusan baru dapat bergerak cepat melakukan konsolidasi organisasi, sekaligus mempersiapkan diri menghadapi berbagai agenda kompetisi resmi, termasuk Musyawarah Provinsi (Musprov) PSSI Jawa Barat.

Baca Juga:Hj Renie Rahayu Fauzi Hadiri Reses Wakil Ketua DPR RI H Cucun A Syamsurijal Dari Fraksi PKBBupati Bandung Sidak RSUD Bedas Arjasari, Soroti Proyek 'Anggeus Tapi Teu Anggeus'

Ia juga menyoroti rekam jejak Barkah Setiawan yang aktif dalam pengembangan sepak bola perempuan. Menurutnya, Cimahi memiliki potensi besar di sektor tersebut dan perlu terus didorong agar mampu berprestasi di tingkat regional maupun provinsi.

“Bahkan lolos ke Porprov ya, dan semoga ini sekali lagi besar harapan kami atas nama Pemerintah Kota terhadap Pak Barkah atas SK-nya yang baru sebagai Ketua Harian PSSI Kota Cimahi,” ujar Adhitia kepada wartawan.

Menjawab pertanyaan terkait dukungan anggaran di tengah kebijakan efisiensi fiskal, Adhitia mengakui kondisi keuangan daerah saat ini cukup terbatas.

Ia menegaskan pembiayaan sepak bola tidak bisa sepenuhnya bergantung pada APBD. “Kalau kita berbicara APBD, ini sangat terbatas. Kondisi fiskal kita hari ini juga sedang tidak baik-baik saja, makanya ini mesti creative financing,” katanya.

Meski demikian, ia optimistis sepak bola memiliki daya tarik kuat karena telah berkembang menjadi industri dan kepentingan bersama lintas sektor.

“Tapi kalau sepak bola menurut saya enggak khawatir ya, karena sudah menjadi common interest, sudah menjadi industri lagi, sudah bukan sekadar olahraga. Jadi enggak perlu ngandelin banget dana hibah yang kami titipkan kepada KONI,” ujarnya.

Ia menambahkan, dana hibah melalui KONI dapat difokuskan untuk operasional organisasi, sedangkan pelaksanaan kompetisi dan liga dapat memanfaatkan skema pembiayaan kreatif, termasuk dukungan Corporate Social Responsibility (CSR) dari kalangan pengusaha.

0 Komentar