Fokus Penanganan Terpadu, Pemkot Cimahi Matangkan Strategi Turunkan Angka Stunting

Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudhistira saat Sambutan dalam Rembuk Stunting Kota Cimahi di Mal Pelayanan Pu
Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudhistira saat Sambutan dalam Rembuk Stunting Kota Cimahi di Mal Pelayanan Publik (MPP) (Firman Satria)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota Cimahi terus memantapkan langkah percepatan penurunan stunting melalui gelaran Rembuk Stunting 2026. Forum ini menjadi ruang konsolidasi lintas sektor untuk menyatukan komitmen, menyelaraskan data, dan merumuskan langkah konkret penanganan stunting yang lebih terarah dan berkelanjutan.

Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudistira menegaskan bahwa isu stunting membutuhkan keterlibatan semua pihak, tidak hanya pemerintah.

Ia menekankan bahwa stunting bukan semata persoalan kekurangan gizi, melainkan persoalan multidimensi yang berkaitan erat dengan kualitas sumber daya manusia dan masa depan daerah.

Baca Juga:BULOG Bandung Percepat Serapan Gabah Petani di SumedangKehangatan Bernuansa Heritage dalam Momen Berbuka Puasa “A Wishful Ramadan” ala de Braga by ARTOTEL

“Kalau bicara stunting, kita bicara dari gizi sejak dini hingga pola asuh. Tapi juga ini tentang masa depan kota ini. Penanganannya harus terintegrasi dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia mengungkapkan bahwa prevalensi stunting di Kota Cimahi menunjukkan tren penurunan. Dari angka 24,5 persen pada 2024, prevalensi tersebut kembali menurun pada 2025.

Meski demikian, Adhitia mengingatkan bahwa tantangan di lapangan masih cukup besar, terutama yang berkaitan dengan kemiskinan ekstrem dan persoalan sosial lainnya yang menjadi faktor risiko stunting.

Menurutnya, pendekatan sektoral yang selama ini dilakukan tidak lagi relevan untuk menjawab kompleksitas persoalan tersebut. Diperlukan sinergi lintas sektor yang ditopang oleh data yang terintegrasi dan saling terhubung.

“Data tidak bisa lagi berdiri sendiri. Harus konvergen. Cimahi Utara, Tengah, dan Selatan punya karakteristik berbeda. Latar belakang demografi dan sosial masyarakatnya juga berbeda. Maka solusi pun harus spesifik dan tepat sasaran,” katanya.

Lebih lanjut, Adhitia juga menyampaikan target ambisius Pemerintah Kota Cimahi untuk menekan angka prevalensi stunting hingga 19,18 persen pada 2026. Ia tidak menampik bahwa target tersebut menuntut kerja keras dan konsistensi kebijakan, namun optimisme harus tetap dijaga melalui kolaborasi yang solid.

“Ini bukan soal siapa paling banyak bekerja, tapi bagaimana kita menghasilkan musyawarah yang konkret dan aksi nyata. Kolaborasi adalah kunci,” tegasnya.

Baca Juga:Ada 250 Kursi Mudik Gratis Pemkot Bandung, Siap Antar Warga Pulang ke Kota-kota Ini!MTP dan Kodim 0618/Kota Bandung Gelar Pangan Murah untuk Bantu Masyarakat Memenuhi Kebutuhan Pokok

Lebih lanjut, Adhitia menilai Rembuk Stunting 2026 sebagai momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan generasi Cimahi yang sehat, unggul, dan berdaya saing di masa depan.

Forum ini, kata dia, diharapkan tidak berhenti pada diskusi, melainkan melahirkan program-program nyata yang berdampak langsung ke masyarakat.

0 Komentar