Cuaca Berawan Batasi Pengamatan Gerhana, Siswa BPI 1 Tetap Antusias

Siswa SMA mengamati gerhana bulan total menggunakan teleskop di Observatorium Winaya SMAS BPI 1 Bandung
Siswa SMA mengamati gerhana bulan total menggunakan teleskop di Observatorium Winaya SMAS BPI 1 Bandung, Jalan Burangrang, Kota Bandung, Selasa (3/3). Kegiatan yang di fasilitasi sekolah melalui ekstrakurikuler astronomi untuk memberikan edukasi serta penjelasan ilmiah, shalat khusuf serta menyaksikan langsung proses gerhana bulan total melalui teleskop. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Belasan siswa SMA BPI 1 Bandung tetap mengikuti pengamatan gerhana bulan pada Selasa malam, 3 Maret 2026, meski langit Kota Bandung tertutup awan.

Pantauan Jabar Ekspres, mereka sudah berkumpul di Winaya Observatorium, sarana astronomi sekolah yang beroperasi sejak 2016.

Bagi siswi kelas XI, Athifah (18), kegiatan tersebut menjadi pengalaman perdananya menyaksikan gerhana secara langsung dengan menggunakan teleskop.

Baca Juga:Hj Renie Rahayu Fauzi Hadiri Reses Wakil Ketua DPR RI H Cucun A Syamsurijal Dari Fraksi PKBBupati Bandung Sidak RSUD Bedas Arjasari, Soroti Proyek 'Anggeus Tapi Teu Anggeus'

“Ya sebenarnya pertama kali juga, dan alhamdulillahnya sekolah sangat baik dalam menyiapkan fasilitasnya,” ujarnya di lokasi.

Proses pengamatan tidak berlangsung lancar. Awan tebal beberapa kali menutupi bulan sehingga siswa harus menunggu celah langit yang lebih terbuka.

“Untuk melihat gerhananya tadi sebenarnya agak susah, karena sempat tertutup juga, jadi memang harus melihat timing-timing yang tepat sih,” katanya.

Athifah menuturkan, dia bersama guru dan teman-temannya mulai melakukan pengamatan sebelum waktu magrib. Bulan sempat tampak, namun hanya sesaat sebelum kembali tertutup awan. Walau singkat, momen itu tetap meninggalkan kesan baginya.

Minatnya pada astronomi, kata dia, berkembang setelah mengikuti Lomba Sains Nasional (LSN) bidang astronomi. Meski demikian, dia tidak berencana menekuni bidang tersebut sebagai profesi. “Kalau saya pribadi mau jadi dokter,” ujarnya.

Ketua ekstrakurikuler astronomi SMA BPI 1 Bandung, Shalika (17), juga menyampaikan ketertarikannya pada astronomi sebagai hobi. Dia menyebut fasilitas observatorium menjadi keunggulan sekolahnya.

“Karena jarang juga kan SMA yang punya observatorium, jadi BPI ini memfasilitasi kita dan kita coba lah. Betul, sangat-sangat menarik lah intinya,” katanya.

Baca Juga:Kekerasan terhadap Jurnalis Kembali Terjadi di Tasikmalaya, Diduga Dilakukan Ketua KDMP Ini Pesan H. Cucun Dalam Reses Anggota DPRD Fraksi PKB

Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas BPI 1 Bandung, Muhammad Irfan Triawan, mengatakan Winaya Observatorium telah berdiri hampir satu dekade dan rutin digunakan untuk kegiatan ekstrakurikuler.

“Ini sebetulnya sudah lama sekali terbentuk dari tahun 2016, jadi sudah hampir 10 tahun,” ujarnya.

Menurut Irfan, observatorium dilengkapi teleskop jenis David Levy Comet Hunter yang bisa dioperasikan secara manual maupun otomatis melalui aplikasi komputer untuk mengarahkan pengamatan ke objek tertentu.

“Kalau misalkan kita titik koordinatnya gitu ya, ke planet mana itu bisa, itu bisa, misalkan ke Venus, otomatis ke Venus misalnya, atau ke Mars bisa ke Mars, atau ke Bulan langsung bisa ke Bulan,” katanya.

0 Komentar