Dia menambahkan, setiap kegiatan pengamatan gerhana biasanya disertai pelaksanaan salat gerhana yang diikuti guru dan siswa. Meski fenomena gerhana tidak sering terjadi dalam setahun, pembelajaran mengenai antariksa tetap menjadi bagian dari aktivitas ekstrakurikuler.
Sejak diresmikan, observatorium tersebut dimanfaatkan setiap kali terjadi fenomena langit. Pada gerhana sebelumnya, Institut Teknologi_entry Bandung (ITB) turut melakukan pemantauan bersama siswa.
Untuk pengamatan kali ini, hasilnya dinilai belum optimal karena faktor cuaca. “Kebetulan karena di Bandung sekarang sedang berawan, nampaknya belum terlihat jelas kalau dari sini. Sempat terlihat sebentar begitu ya,” kata Irfan.
