JABAR EKSPRES — Pemerintah Kota Bandung menghadapi tantangan serius dalam pengelolaan sampah. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, memaparkan bahwa volume sampah harian di kota ini telah menyentuh angka 1.507,85 ton.
Mayoritas sampah tersebut berasal dari aktivitas rumah tangga yang menyumbang sekitar 60 persen, dengan dominasi limbah organik seperti sisa makanan dan daun.
Meski jumlah timbulan sampah begitu besar, hasil evaluasi dari Kementerian Lingkungan Hidup menunjukkan bahwa sampah yang benar-benar terkelola, melalui proses pemilahan, pengolahan, maupun pemanfaatan kembali, baru berada di angka 21,63 persen.
Baca Juga:Mahasiswa KKN Bakal Dilibatkan dalam Pemilahan Sampah Bandung, Pengamat Peringatkan Hal Ini!Mendiktisaintek Bakal Libatkan Kampus untuk Atasi Sampah Bandung
Artinya, sebagian besar sampah masih berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA) atau bahkan tercecer di lingkungan.
Farhan menegaskan bahwa persoalan utama bukan sekadar kapasitas angkut atau teknologi pengolahan, melainkan pola pikir masyarakat. Ia menilai masih banyak warga yang beranggapan bahwa setelah membayar retribusi, urusan sampah selesai karena akan “dihilangkan” oleh petugas.
“Pola pikir seperti itu harus diubah. Sampah bukan untuk dihilangkan, melainkan untuk dikelola. Tanggung jawabnya tidak berhenti saat dibuang dari rumah,” ujarnya, Jumat (27/2).
Menurut Farhan, keberhasilan pengurangan sampah sangat bergantung pada upaya menekan produksi sampah dari sumbernya.
Saat ini, rata-rata setiap warga Bandung menghasilkan 0,58 kilogram sampah per hari. Pemerintah Kota menargetkan angka tersebut dapat ditekan hingga di bawah 0,4 kilogram per orang per hari.
Penurunan tersebut dinilai realistis apabila masyarakat mulai membiasakan pemilahan sampah sejak dari rumah, mengurangi sisa makanan, serta memaksimalkan pengolahan sampah organik melalui komposting atau metode lainnya.
Farhan juga mengingatkan bahwa secanggih apa pun teknologi yang digunakan, tidak akan efektif tanpa kesadaran kolektif warga.
Baca Juga:Kota Bogor Raih Predikat Nasional, Siap Melangkah Menuju Era Kota Bersih dan Energi SampahPemkot Bandung Uji Coba Bioaktivator di TPS3R Patrakomala, Targetkan 500 Ton Sampah Tuntas di dalam Kota
“Kalau kesadaran tidak dibangun, teknologi apa pun nanti tidak akan berjalan maksimal,” tegasnya.
Pemerintah Kota Bandung pun berkomitmen memperkuat edukasi, memperluas fasilitas pengolahan, serta mendorong kolaborasi dengan komunitas dan pelaku usaha.
Langkah ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan pada TPA sekaligus menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan di Kota Kembang. (Dam)
