JABAR EKSPRES – Otoritas Italia tengah melakukan penyelidikan atas hilangnya ribuan komponen avionik penting dari gudang angkatan udara yang berlokasi di Brindisi. Kasus ini mencuat di tengah dugaan pencurian serta kemungkinan penjualan kembali suku cadang tersebut ke luar negeri.
Menurut laporan media harian la Repubblica pada Selasa (24/2), hampir 2.500 perangkat avionik dan berbagai komponen elektronik vital dilaporkan raib dari gudang militer tersebut. Total nilai kerugian ditaksir mencapai sekitar 17 juta Euro atau setara Rp337 miliar.
Komponen yang hilang diketahui merupakan suku cadang penting untuk sejumlah pesawat militer Italia. Di antaranya untuk jet tempur Panavia Tornado, pesawat serang AMX International AMX, serta pesawat angkut militer Lockheed C-130 Hercules. Seluruh pesawat tersebut memegang peran strategis dalam operasional angkatan udara Italia.
Baca Juga:PM Kanada Mark Carney Lawatan ke Jepang, India, dan Australia di Tengah Ketegangan Dagang ASGary Antuane Russell Menang Angka atas Andy Hiraoka, Kokohkan Takhta WBA Super Ringan
Menindaklanjuti temuan tersebut, kantor kejaksaan di Roma bersama kejaksaan militer telah membuka penyelidikan resmi. Sekitar dua belas kepala unit logistik angkatan udara dilaporkan menjadi bagian dari proses investigasi, termasuk sejumlah perwira tinggi berpangkat jenderal.
Tak hanya itu, penyelidikan juga menyasar pihak swasta, termasuk eksekutif dari GE Avio, perusahaan multinasional asal Amerika Serikat yang berada di bawah naungan General Electric. GE Avio diketahui berperan dalam pengembangan serta pemeliharaan sistem dan modul mesin untuk pesawat sipil maupun militer.
Terungkapnya kasus ini bermula dari audit internal yang dilakukan di gudang pangkalan udara Brindisi. Pangkalan tersebut memiliki peran sentral dalam sistem logistik dan pemeliharaan armada angkatan udara Italia, sehingga kehilangan komponen dalam jumlah besar menimbulkan kekhawatiran serius terkait keamanan dan pengawasan inventaris militer.
Salah satu dugaan yang kini tengah didalami penyidik adalah kemungkinan sebagian komponen telah dikirim ke sejumlah negara di Amerika Selatan. Brasil disebut sebagai salah satu tujuan potensial dalam penyelidikan awal.
Aparat masih menelusuri jalur distribusi dan kemungkinan adanya jaringan penjualan ilegal lintas negara.
Kasus ini menjadi sorotan karena menyangkut perlengkapan militer strategis bernilai tinggi serta melibatkan unsur internal dan eksternal dalam sistem pertahanan Italia. Investigasi pun terus berlanjut guna mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab serta memastikan keamanan logistik militer di masa mendatang.*
