Hotel Genjot Okupansi di Ramadan, Strategi Tutup Lesu di 2025

Hotel Genjot Okupansi di Ramadan, Strategi Tutup Lesu di 2025
Buka Puasa di Hotel dengan pemandangan Kota Bandung malam hari. (son/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Sejumlah hotel di Kota Bandung berupaya memanfaatkan momen Ramadan untuk menggenjot okupansi di 2026. Hal itu untuk menutup lesunya bisnis perhotelan di 2025.

General Manager Swiss-Belresort Dago Heritage Gerri Primacitra mengakui bahwa, di 2025 merupakan tahun yang cukup pahit bagi perhotelan. Faktornya adalah kebijakan pemerintah baik pusat maupun daerah terkait efisiensi yang begitu berdampak bagi bisnis hotel. Khususnya terkait geliat di sektor Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions (MICE).

“Kebijakan pemerintah kala itu langsung mengubah peta MICE. (Realisasi.red) Beberapa hotel akhirnya di bawah budget,” katanya, Selasa (24/2).

Baca Juga:Okupansi Hotel Bandung Naik, Kunjungan Wisnus Tembus 24,25 Juta Sepanjang 2025Libur Nataru 2026, Okupansi Hotel di Bandung Barat Tembus 74 Persen

Gerri melanjutkan, di 2024 sebenarnya sudah jadi angin segar bisnis perhotelan. Okupansi mulai membaik selepas gempuran Pandemi Covid beberapa tahun. Namun ternyata angin itu kembali redup di 2025.

Karena itulah, industri perhotelan berupaya menutup lesu 2025 di tahun 2026 ini. Berbagai momen akan dioptimalkan, termasuk kali ini adalah Ramadan.

Gerri menceritakan, beberapa hari Ramadan, okupansi hotelnya bisa tembus di angka 68 persen. “Ini sudah cukup oke ya,” katanya.

Momen Ramadan ini akan dimaksimalkan. Berbagai siasat akan dilakukan, mulai dari diskon hingga menata menu kuliner khas untuk buka puasa.

Gerri berharap 2026 ini bisa industri perhotelan bisa cerah, sehingga bisa menutup lesunya bisnis di 2025. “Di 2024 itu bisa tumbuh 10-15 persen, lalu di 2025 turun lagi. Makanya ini di 2026 setidaknya bisa mencapai capaian 2024 lalu,” katanya.

Gerri juga tidak banyak berharap pada kegiatan Pemerintah Daerah. Karena nampaknya kebijakan efisiensi di Jawa Barat masih belum melonggar. “Paling yang kami sasar adalah kegiatan Kementerian, atau corporate,” tutupnya. (son)

0 Komentar