JABAR EKSPRES – Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Bandung Barat (KBB) meningkat pada 2025.
Kenaikan tersebut turut diikuti dengan penurunan angka kemiskinan dan tingkat pengangguran terbuka dibandingkan tahun sebelumnya, sehingga mencerminkan adanya perbaikan pada sejumlah indikator makro daerah.
Berdasarkan data BPS, IPM Kabupaten Bandung Barat pada 2025 tercatat sebesar 71,65, naik dari 70,77 pada 2024. Peningkatan ini menggambarkan perbaikan pada dimensi pendidikan, kesehatan, dan standar hidup layak masyarakat, meskipun angkanya masih berada pada kategori menengah.
Baca Juga:Jeje Wajibkan Tempat Hiburan di KBB Tutup Selama RamadanGenap Setahun Dilantik, Jeje-Asep Dinilai Mulai Tata Fondasi Perubahan di KBB
Di sisi lain, persentase penduduk miskin turun dari 10,49 persen menjadi 9,87 persen. Sementara Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menurun tipis dari 6,75 persen pada 2024 menjadi 6,6 persen pada 2025.
Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, menilai capaian tersebut menjadi indikator positif dalam satu tahun pertama kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Asep Ismail. Ia menyebut perbaikan itu tidak terlepas dari kerja kolektif pemerintah daerah dan dukungan berbagai pihak.
“Alhamdulillah, di tahun pertama ini kita melihat ada tren yang membaik. IPM meningkat, angka kemiskinan menurun, dan pengangguran juga berkurang. Ini adalah hasil kerja bersama seluruh perangkat daerah, DPRD, dan dukungan masyarakat,” ujar Jeje saat ditemui, Selasa (24/2/2026).
Menurutnya, sejak awal menjabat, pemerintah daerah memprioritaskan pembenahan pada tiga sektor utama, yakni infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan. Ketiga sektor tersebut dinilai menjadi fondasi dalam meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.
Di sektor infrastruktur, Pemkab Bandung Barat telah mengerjakan 19 ruas jalan yang tersebar di sejumlah kecamatan. Perbaikan tersebut ditujukan untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Sementara di bidang pendidikan, dilakukan rehabilitasi beberapa sekolah dan penambahan ruang kelas baru guna menunjang kegiatan belajar mengajar.
Selain itu, persoalan pengelolaan sampah juga menjadi perhatian pemerintah daerah sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Baca Juga:Bupati Jeje Pastikan Bandung Barat Aman dari Ancaman Super FluIkuti Instruksi Gubernur, Jeje Pastikan Anggaran Bandung Barat Terbuka
Program-program tersebut diklaim selaras dengan visi misi Amanah (Agamis, Maju, Adaptif, Nyaman, Aspiratif, Harmonis) yang diusung pasangan Jeje-Asep.
“Pelaksanaan visi misi kami lakukan secara bertahap sesuai kemampuan fiskal daerah. Masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, tetapi kami optimistis dengan kolaborasi dan dukungan semua pihak, capaian ini bisa terus ditingkatkan,” katanya.
