JABAR EKSPRES – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Banjar angkat bicara terkait penilaian Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang menilai tata ruang gedung DPRD kurang estetik.
Penilaian tersebut disampaikan Gubernur saat menghadiri Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka Hari Jadi ke-23 Kota Banjar, Sabtu (21/2/2026) lalu.
Ketua Sementara DPRD Kota Banjar, Sutopo, menyampaikan rasa terima kasihnya atas masukan yang disampaikan oleh orang nomor satu di Jawa Barat tersebut. Ia menganggap sentilan Gubernur Dedi Mulyadi sebagai sebuah masukan yang konstruktif dan positif bagi pihaknya.
Baca Juga:Emosi Memuncak di GBLA, Andrew Jung Tegaskan Niatnya Redam Situasi Demi PersibBSI Fest Ramadan 2026 Hadir di 9 Kota Besar, Promo Umrah Hemat sampai Rp4 Juta
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Gubernur. Kami menganggap ini sebagai sebuah masukan yang positif untuk perbaikan ke depan,” ujar Sutopo, Senin (23/2/2026).
Lebih lanjut, Sutopo mengatakan bahwa pihaknya akan menjadikan masukan tersebut sebagai motivasi dan energi baru untuk segera melakukan pembenahan, khususnya pada aspek penataan ruangan di lingkungan Gedung DPRD Kota Banjar.
Pihaknya berkomitmen untuk mewujudkan tata ruang kantor yang lebih rapi, tertib, dan mengedepankan nilai-nilai estetika.
“Ke depan, kami akan jadikan masukan ini sebagai motivasi untuk melakukan penataan ruangan. Harapannya, gedung DPRD ini bisa lebih rapi dan mengedepankan estetika, sehingga menunjang kinerja dan kenyamanan kita semua,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, pada sambutannya saat rapat paripurna, Sutopo juga menjelaskan makna di balik tema yang diusung dalam peringatan hari jadi ke-23 Kota Banjar, yakni “Banjar Masagi Tumbuh Istimewa”. Ia menegaskan bahwa tema tersebut bukan sekadar slogan seremonial belaka.
“Tema ini adalah sebuah arah kebijakan, tekad kolektif, dan komitmen moral kita bersama dalam membangun Kota Banjar,” tegasnya.
Sutopo menjelaskan, sebagai kota yang berada di perbatasan wilayah timur Jawa Barat, Banjar memiliki posisi yang sangat strategis, yakni menjadi gerbang penghubung antara Provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah.
Baca Juga:Lewat #TemanAturUang, Kredit Pintar Dorong Ibu Lebih Bijak Pahami Pinjaman dan Kelola Keuangan SehatMeski Sulit, Tuntaskan di Bandung!
Posisi ini, menurutnya, merupakan sebuah peluang besar sekaligus tantangan yang harus dikelola dengan bijaksana.
“Posisi strategis ini harus kita kelola dengan baik untuk membawa Banjar ke arah masa depan yang lebih maju dan berkarakter. Sejalan dengan visi Jabar Istimewa, Banjar harus mampu tampil sebagai kota yang adaptif terhadap perkembangan zaman, terbuka terhadap investasi, namun tetap berakar kuat pada identitas dan budaya lokal,” paparnya.
