“Penegakan hukum penting untuk efek jera. Kami juga mengajak masyarakat aktif melaporkan pelanggaran,” ucap Salman.
Pada 2026, kapasitas pengolahan sampah harian ditargetkan melonjak dari sekitar 300 ton menjadi 500-600 ton per hari. Seiring penghentian teknologi termal, Pemkot Bandung mengarahkan kebijakan pada pengembangan teknologi yang dinilai lebih ramah lingkungan.
Diantaranya seperti RDF, budidaya maggot, pengolahan sampah organik, serta pengurangan sampah dari sumber.
Baca Juga:Aktivis Lingkungan Kritik Pemkot Bandung Tarik Insinerator, Dinilai Bukti Gagalnya Pengelolaan SampahPemkot Bandung Akui Siap Jalankan Arahan Presiden dan Menteri LH Soal Pengolahan Sampah, Benarkah?
Sejumlah lahan milik pemerintah kota tengah dipetakan untuk mendukung fasilitas pengolahan berbasis RDF, sebagai langkah antisipasi atas keterbatasan daya tampung TPA Sarimukti.
“Target kami jelas, kinerja pengelolaan sampah Kota Bandung harus terus meningkat, berkelanjutan, dan semakin melibatkan masyarakat,” tuturnya.
