Sementara itu, Ketua DPD APTI Jawa Barat, Sambas menekankan bahwa Jawa Barat menyumbang 28 persen hasil tembakau nasional. Pada tahun 2045, Jawa Barat memiliki target bisa menyumbang 48 persen hasil tembakau nasional.
Oleh karena itu, industri tembakau di Jawa Barat harus digenjot agar lebih produktif dan bisa menghasilkan produk tembakau yang banyak dan berkualitas tinggi.
“Petani tembakau di Jawa Barat, mulai dari Sumedang, Garut, Kabupaten Bandung Barat dan Majalengka, telah lama mengembangkan teknik budidaya yang diwariskan secara turun-temurun untuk menghasilkan tembakau berkualitas tinggi. Berbagai varietas tembakau ditanam menyesuaikan dengan karakteristik tanah di setiap kecamatan, sehingga menghasilkan produk dengan kualitas yang beragam,” jelasnya.
Baca Juga:#1ThBandungUtama Sirkular Bandung Utama: dari Sampah Jadi Pangan, dari Pangan Jadi HarapanPLN Icon Plus Catat Deretan Penghargaan Sepanjang 2025, Perkuat Fondasi Menuju 2026
Sambas menilai, memaksakan pembatasan kadar tar dan nikotin, berarti sama saja dengan mengingkari kontribusi tembakau Jawa Barat yang telah turun temurun menghidupi petani dan masyarakat.
“Kami akan melawan. Hanya orang-orang munafik lah yang tidak menghargai kontribusi tembakau,” tukasnya.
