JABAR EKSPRES – Warga Kota Bogor memberikan pandangannya terkait satu tahun kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim-Jenal Mutaqin.
Warga Kecamatam Bogor Tengah, Kota Bogor, Wildan (22), mengatakan agar para stakeholder pada Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mengkaji berbagai kebijakan lebih dalam, contohnya kebijakan terkait Angkutan Kota (Angkot).
Ia mengatakan, kebijakan penghapusan Angkot di atas umur 20 tahun dinilai tepat untuk mengurangai kepadatan lalu lintas, namun harus dibarengi dengan peraturan yang lebih tersusun karena masih banyak masyarakat yang menggantungkan hidupnya menjadi sopir Angkot.
Baca Juga:Tunggu Perwali, Dishub Kota Bogor Bakal Lanjutkan Razia Angkot TuaPemkot Bogor Gelar FGD dengan Dishub, Perwali Penghapusan Angkot Tua Segera Ditetapkan
Selain itu, masih banyak juga masyarakat yang menggunakan Angkot untuk pergi ke pasar untuk mengangkut barang belanja seperti sayuran dalam skala besar.
Kemudian, ada juga masyarakat yang memesan Angkot untuk melakukan perjalanan bersama-sama ke tujuan tertentu seperti ke tempat wisata hingga pengajian.
“Diperbaiki lagi aja sih kebijakannya terutama tentang BisKita, transportasi umum, terus juga buat kebijakan ‘kemaren yang Angkot itu sebenernya sudah bagus,” kata Wildan saat ditemui, pada Jumat (20/2/2026).
“Soalnya kan lalu lintas menjadi lebih bersih lah tanpa adanya Angkot, ‘cuman lebih bijak lagi aja karena banyak yang bergantung di situ kehidupannya,” sambung dia.
Sementara itu warga lainnya, Tia (38) mengatakan, terobosan menertibkan PKL seperti salah satunya dari Jalan Pedati ke Pasar Gembrong maupun Pasar Jambu Dua, serta penertiban PKL di Jalan Mayor Oking maupun MA Salmun dinilainya sebagai langkah awal yang bagus untuk menata kota.
Namun, dirinya juga menyoroti bahwa kesadaran seluruh masyarakat untuk turut serta melakukan penataan Kota Bogor bersama-sama.
“Berpartisipasi juga, pemerintah punya program tapi masyarakat engga ngejalanin. Itu ga bisa kayak gitu, ga balance. Sedangkan warganya pengen kebijakan-kebijakan yang enak,” tuturnya.
Baca Juga:PKL Jalan Pedati hingga Jalan Bata Diminta Segera Relokasi Jelang Pembongkaran Pasar dan Plaza BogorPemkot Bogor Pelototi PKL di Kawasan Jalan Pedati, Hery Antasari Minta Area Dikosongkan
Adapun warga lainnya, Sutera (23), pada masa kepemimpinan Dedie-Jenal satu tahun ini, kepala daerah tersebut diminta untuk lebih menyimpan perhatian pada jalur pedesterian. Sebab, masih terdapat Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan pada jalur tersebut.
Selain itu, Sutera juga berharap, agar lalu lintas di Kota Bogor tidak macet dan membuat kebijakan yang lebih baik serta manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh seluruh warga Kota Bogor.
