Akses Wisata Nyawang di Lembang Disegel Perhutani, Ini Penyebabnya!

Warga di RW 12, Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang, Bandung Bara menutup akses jalur offroad liar. Dok Jabar Eks
Warga di RW 12, Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang, Bandung Bara menutup akses jalur offroad liar. Dok Jabar Ekspres/Suwitno
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Akses wisata Nyawang Bandung di Kampung Cipariuk, Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), resmi ditutup Perum Perhutani.

Penutupan dilakukan menyusul maraknya aktivitas kendaraan offroad dan motor trail ilegal yang diduga masuk ke kawasan hutan melalui jalur tersebut dan memicu kerusakan fasilitas warga.

Asisten Perhutani (Asper) BKPH Lembang, Cucu Supriatna, menegaskan langkah itu diambil setelah pihaknya menerima sejumlah laporan terkait kerusakan jalan lingkungan hingga terganggunya jalur pipa air bersih milik warga.

Baca Juga:Mengenang Masa Kecil di Masjid Agung Bandung, Wali Kota Ajak Lakukan Ini di Momen RamadanRamadan Momentum Disiplin: Farhan Bagikan Rutinitas Spiritual dan Fisik

“Banyak aduan soal jalan rusak, pipa air terganggu, bahkan akses warga mencari rumput ikut terdampak. Karena itu jalur yang dipakai aktivitas tanpa izin kami tutup,” ujar Cucu, Jumat (20/2/2026).

Selain merusak fasilitas warga, aktivitas offroad ilegal juga berdampak pada sejumlah titik jalur hutan. Bekas roda kendaraan membentuk lubang-lubang cukup dalam yang menyulitkan warga saat melintas.

Warga yang sehari-hari masuk hutan untuk mencari rumput pakan sapi mengaku kesulitan mendorong roda sederhana akibat kondisi jalan yang tidak lagi rata. Kerusakan tersebut dinilai memperberat aktivitas ekonomi mereka.

Cucu menegaskan setiap kegiatan wisata offroad di kawasan hutan produksi wajib mengantongi izin resmi. Selama ini, pengelolaan wisata offroad di Bandung Utara telah bekerja sama dengan mitra legal, namun masih ditemukan aktivitas di luar mekanisme perizinan.

Menurutnya, pengawasan di kawasan hutan memiliki tantangan tersendiri karena banyaknya jalur masuk serta waktu aktivitas yang tidak menentu. Kondisi tersebut kerap dimanfaatkan oknum untuk masuk tanpa izin.

Perhutani juga mengakui adanya dampak kerusakan terhadap fasilitas warga, termasuk jalan setapak dan pipa air bersih. Perbaikan dilakukan secara bertahap bersama pihak pengelola wisata yang memiliki izin resmi.

Ke depan, pengawasan akan diperketat dengan melibatkan unsur masyarakat sekitar agar aktivitas ilegal tidak kembali terulang. Penutupan akses Nyawang Bandung ini diharapkan menjadi momentum penataan wisata alam agar tetap berjalan sesuai aturan tanpa mengorbankan kepentingan warga.

Baca Juga:Masjid Al-Ukhuwah: Dari Tarawih Perdana hingga Beragam Aktivitas RamadanGelar Boosting Sales 2026, AK21 Group pilih Upgrade Karyawan Ditengah Kompetisi Bisnis

“Kami tidak ingin ada lagi aktivitas tanpa izin yang merugikan warga maupun merusak kawasan hutan. Pengawasan akan kami perkuat dan koordinasi dengan masyarakat akan terus ditingkatkan,” pungkasnya. (Wit)

0 Komentar