Rudy menambahkan, pada ketahanan pangan tidak hanya terfokus pada alat modern melainkan tetap melestarikan budaya Suku Sunda yakni penyimpanan hasil panen padi di Leuit.
Kata dia, Leuit bukan hanya sebagai nilai budaya tetapi menjadi wujud lestarinya Suku Sunda dalam memerankan kemandirian serta ketahanan pangan di wilayah Jawa Barat, khususnya di Kabupaten Bogor.
Ia mengucapkan, Leuit masih menjadi salah satu sumber cadangan pangan masyarakat Kabulaten Bogor khususnya di Bogor Timur maupun Bogor Barat.
Baca Juga:Jelang Nataru, Pemkot Bogor Pastikan Pangan Aman dan Harga TerkendaliNomor Antrian Capai 800 Lebih, Warga Ciparigi Bogor Utara Antusias Terima Bantuan Pangan Bapanas
“Di wilayah barat ada Kampung Urug, Kampung Urug pun masih menggunakan Leuit sebagai cadangan pangan baik untuk individu keluarga maupun kelompok-kelompok masyarakatnya,” jelas Rudy.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Teuku Mulya mengatakan, Pemkab Bogor memiliki program infrastruktur ketahanan pangan yang menyangkut Leuit dan lumbung.
Ia menilai, pangan di Kabupaten Bogor memerlukan transformasi teknologi. Maka, pihak pemerintah akan memberikan salah satu bantuan berupa bed dryer.
Teuku mengungkapkan, kualitas beras di Kabupaten Bogor memiliki banyak unsur air karena curah hujan yang tinggi.
“Sehingga tahun ini dalam infrastruktur ketahanan pangan kita memberikan kepada petani bed dryer agar padi itu agar cepat mengering sehingga beras itu naik derajatnya,” jelasnya.
Selain bed dryer, pihak Pemkab Bogor sudah melakukan hibah alat Rice Milling Unit (RMU) atau penggiling padi selama 3 tahun. Adanya alat tersebut, para petani dapat menggiling padi dalam satu hari sekitar 2 ton.
“Kita melakukan hibah atau pemberian kepada kelompok tani namanya lenggiling padi untuk kapasitas 1 hari itu sekitar 2 ton itu bisa mereka giling,” ungkap Teuku.
Baca Juga:Program Bantuan Pangan Bapanas Tersalur 4 Ribu Paket di Tiga Kelurahan Bogor Utara DKP Kabupaten Bogor: Ketersediaan Pangan Pokok Relatif Aman, Meski Ada Gejolak Harga
Teuku menutur, selain mempertahankan budaya lokal seperti Leuit. Pihak Pemkab Bogor juga akan membuat edaran agar setiap desa menyiapkam cadangan pangan. Cadangan pangan di setiap desa tersebut dapat dicapai sebesar 500 kilogram hingga 1 ton.
“Supaya ketika ada paceklik atau hal-hal kerawanan pangan maka dia bisa mengambul stok yang tersedia di lumbung atau di Leuitnya,” jelas dia.
Sebagai informasi, pada masa 1 tahun kepemimpinan Bupati Rudy Susmanto bersama Wakil Bupati Ade Ruhandi telah melakukan rehabilitasi dan pemeliharaan jaringan irigasi usaha tani 13 Unit, pembangunan, rehabilitasi dan pemeliharaan jalan usaha tani 8 Unit, lalu pembangunan, rehabilitasi dan pemeliharaan DAM Parit 3 Unit.
