Billy juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah, sekolah, dan keluarga dalam menjaga kesehatan mental anak dan remaja. Pemerintah diharapkan menyediakan layanan kesehatan mental yang terjangkau dan melakukan edukasi publik secara masif.
Sekolah, lanjutnya, perlu menciptakan lingkungan belajar yang aman dan peduli terhadap kesejahteraan emosional siswa, sementara keluarga diharapkan menerapkan pola parenting yang komunikatif dan empatik.
“Sementara anggapan bahwa anak zaman sekarang ‘lemah mental’ perlu diluruskan karena remaja saat ini menghadapi tekanan sosial yang lebih kompleks,” cetusnya.
Baca Juga:Lewat #TemanAturUang, Kredit Pintar Dorong Ibu Lebih Bijak Pahami Pinjaman dan Kelola Keuangan SehatMeski Sulit, Tuntaskan di Bandung!
Menurut Billy, yang dibutuhkan remaja bukanlah stigma, melainkan dukungan nyata, pendampingan, serta pendidikan karakter yang relevan dengan tantangan zaman.
“Karena yang dibutuhkan bukan stigma, melainkan dukungan, pendampingan, dan pendidikan karakter yang relevan dengan tantangan zaman,” tutupnya. (Mong)
