Tari di Braga, Mataholang Hidupkan Jejak Inggit dan Tan Tjoei Gin

Seniman Tari, Indira Tamaya (kiri) dan Angeline Azhar (tengah) dari Mataholang menggelar aksi teatrikal di Jal
Seniman Tari, Indira Tamaya (kiri) dan Angeline Azhar (tengah) dari Mataholang menggelar aksi teatrikal di Jalan Braga, Kota Bandung. Aksi tersebut digelar dalam rangka hari lahir Inggit Garnasih serta untuk memperkuat akulturasi budaya dengan menggunakan batik bermotif Merak Ngibling dan corak warna khas budaya Tiongkok yang bertepatan dengan hari Imlek. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

Akulturasi itu diterjemahkan melalui tubuh para penari. “Terinspirasi dari idiom gerak tari tradisional, busana menggunakan kebaya, samping motif Merak Ngibing dengan warna khas perayaan Imlek, yaitu warna merah dan kuning, serta sanggul yang dihiasi tusuk konde khas budaya Tionghoa,” ujarnya.

Harapannya, peringatan yang bertepatan dengan Imlek ini menjadi pengingat sejarah sekaligus penguat toleransi. Peringatan HUT Ibu Inggit Garnasih ke-138 yang bertepatan dengan Tahun Baru Imlek ini diharapkan menjadi momentum yang tepat bagi warga Bandung untuk tidak melupakan sejarah.

Di antara lalu lintas wisata heritage Braga, kisah Inggit dan Tan Tjoei Gin kembali menemukan tubuh dan ruangnya: di jalan, di kain, dan di ingatan kota.

Baca Juga:BULOG Kancab Bandung Gelar Gerakan Pangan Murah Jelang Ramadhan, Stok Dipastikan AmanPA Kota Cimahi Bahas Kesejahteraan Yudisial dalam Diskusi Internasional BPHPI–FCFCOA

“(Harapan) semakin memperkuat rasa toleransi yang sesuai dengan nilai-nilai luhur Panca Sila,” tegas Gatot.

0 Komentar