Artinya, Indonesia masih kekurangan sekitar 25.000–30.000 dokter spesialis untuk menjamin layanan kesehatan rujukan yang merata.
Sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia, Jawa Barat merasakan langsung ketimpangan tersebut. Di sejumlah kabupaten/kota, ketersediaan dokter spesialis belum sebanding dengan kebutuhan masyarakat yang terus meningkat.
Model kolaboratif yang diusung empat kampus di Jabar ini dirancang sistemik: mulai dari penyelarasan kurikulum berbasis kompetensi sesuai regulasi nasional, sistem penjaminan mutu terintegrasi, supervisi akademik bersama, hingga optimalisasi rumah sakit pendidikan sebagai wahana klinis sesuai standar keselamatan pasien.
Baca Juga:Begini Cara Main Nego Neko Shopee Biar Dapat Koin GratisSedang Tayang! Link Live Streaming Persib Bandung vs Ratchaburi FC, Gratis di Sini
Peran Strategis Unpad
Rektor Unpad Prof Arief Kartasasmita menyampaikan bahwa selama ini Unpad menjadi salah satu institusi utama penyelenggara pendidikan dokter spesialis di Jawa Barat. Karena itu, keterlibatan Unjani, Unisba, dan Maranatha dinilai sebagai langkah strategis memperluas akses pendidikan spesialis.
“Saya pikir ini nanti kita bersama-sama menyusun program spesialis yang lebih baik untuk Jawa Barat dan nasional,” tandasnya.
Arief menambahkan, Unpad telah lama menjalin kerja sama dengan ketiga kampus tersebut. Ke depan, koordinasi akan diperkuat, termasuk penyamaan kurikulum dan langkah strategis pengembangan program. Dengan tambahan prodi baru, Unpad memperkirakan dapat meluluskan sekitar 160 dokter spesialis setiap tahun.
Secara nasional, Fakultas Kedokteran Unpad juga membuka 1 program pendidikan spesialis (Sp1) dan 5 program subspesialis (Sp2). Tak hanya itu, Unpad berperan sebagai pembina pembukaan 27 program studi spesialis baru di 13 fakultas kedokteran mitra di berbagai daerah, serta menjajaki pembukaan Sp1 di 37 rumah sakit pendidikan penyelenggara utama yang telah ditunjuk.
Spesialis Obgyn hingga Anestesiologi
Adapun program yang dibuka di Jawa Barat meliputi spesialis Obstetri dan Ginekologi (Obgyn) di Unisba dan Maranatha. Sementara di Unjani dibuka program Anestesiologi dan Terapi Intensif. Unpad sendiri membuka sejumlah program spesialis dan subspesialis strategis.
Rektor Unisba Prof Harits Numan berharap pemerintah daerah turut merespons dengan mengirim dokter terbaiknya untuk melanjutkan pendidikan spesialis.
“Insyaallah Unisba akan menjalankan amanah ini tentu tidak hanya keilmuan Obgyn saja tapi kita punya spirit dokter paham tentang nilai nilai Islamnya sehingga saat terjun di masyarakat humanis, menjunjung nilai-nilai Islam dan unggul serta terampil dari sisi kompetensinya,” imbuhnya.
