Deden juga menyoroti potensi ketimpangan, dalam pelaksanaan program nasional MBG apabila pasokan bantuan hanya dikuasai pelaku usaha besar.
“Menurut saya, pelaku UMKM lokal seharusnya diberi ruang agar program tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi masyarakat kecil,” imbuhnya.
“Perlu ada evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG di lapangan. Termasuk tansparansi pengelolaan, pengawasan ketat, serta keberpihakan pada masyarakat kecil harus jadi faktor penting, agar program benar-benar berjalan sesuai tujuan awalnya,” pungkas Deden. (Bas)
