Rayakan Imlek 2577 Kongzili, Umat Konghuchu Ciamis Doakan Kerukunan dan Kesuksesan Ramadan

Umat Konghuchu Ciamis saat merayakan Imlek 2577 Kongzili, Seni (16/2/2026) malam. (Cecep Herdi/Jabar Ekspres)
Umat Konghuchu Ciamis saat merayakan Imlek 2577 Kongzili, Seni (16/2/2026) malam. (Cecep Herdi/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Ratusan umat Konghuchu dan warga Tionghoa di Kabupaten Ciamis larut dalam kekhusyukan sembahyang pergantian Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di Kelenteng Hok Tek Bio, Senin (16/2/2026) malam hingga Selasa dini hari. Suasana sakral terasa kental dengan kepulan dupa dan cahaya lilin yang menemani lantunan doa pergantian tahun.

Rohaniawan Konghuchu Priangan Timur, Widi Priatno, menjelaskan bahwa peribadatan malam itu adalah wujud syukur atas penyertaan di tahun 2576 Kongzili sekaligus permohonan keberkahan di tahun yang baru. Ia menekankan bahwa momentum Imlek adalah saat tepat untuk evaluasi diri dan menumbuhkan semangat baru.

“Kami bersyukur masih diberikan kesehatan dan keselamatan. Memasuki 2577 Kongzili, harapannya kehidupan semakin baik dan penuh berkah,” ujar Widi, Selasa (17/2/2026).

Baca Juga:Lewat #TemanAturUang, Kredit Pintar Dorong Ibu Lebih Bijak Pahami Pinjaman dan Kelola Keuangan SehatMeski Sulit, Tuntaskan di Bandung!

Rangkaian perayaan Imlek tahun ini di Kelenteng Hok Tek Bio akan berlangsung hingga pertengahan Maret. Setelah malam pergantian tahun, umat akan melaksanakan sembahyang Tian Gong pada tanggal 8 menjelang 9 Imlek. Puncaknya, perayaan Cap Go Meh yang jatuh pada 3 Maret 2026 akan dimeriahkan dengan atraksi barongsai.

Yang menarik, pertunjukan barongsai tersebut sengaja dijadwalkan pada sore hari, pukul 15.00 hingga 17.00 WIB. Waktu ini bertepatan dengan bulan suci Ramadan 1447 H. Pihak kelenteng berharap atraksi tersebut dapat menjadi hiburan bagi masyarakat yang sedang menunggu waktu berbuka puasa atau ngabuburit.

“Kami ingin berbagi sukacita dengan seluruh masyarakat Ciamis. Semoga atraksi barongsai ini bisa menjadi hiburan yang positif bagi warga yang sedang menjalankan ibadah puasa,” kata Widi. “Kami juga turut mendoakan saudara-saudara Muslim agar diberikan kekuatan dan kelancaran dalam menjalankan ibadah puasanya hingga hari kemenangan nanti,” imbuhnya.

Selain doa dan atraksi budaya, Widi juga mengajak masyarakat untuk memahami filosofi di balik hidangan khas Imlek. Ia menyebutkan bahwa jeruk melambangkan keberuntungan, apel melambangkan keteguhan iman, dan pisang sebagai simbol keharmonisan. Sementara itu, kue mangkok mencerminkan rezeki yang berkembang, kue ku melambangkan panjang umur, dan wajit yang lengket serta manis menjadi simbol persatuan dan kerukunan.

Menyinggung soal kerukunan, Widi mengapresiasi kondisi harmonis di lingkungan sekitar Kelenteng Hok Tek Bio yang berada di Kampung Lebak. Di lokasi yang sama, kelenteng berdampingan dengan gereja dan masjid. Kawasan ini bahkan pernah meraih Harmoni Award berkat soliditas warganya dalam menjaga toleransi.

0 Komentar