JABAR EKSPRES – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Barat (Jabar) Irjen Pol Rudi Setiawan, menyebut bahwa pengemudi ojek online (ojol) memiliki peran strategis dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Hal ini diungkapkannya, saat menggelar kegiatan “Ngariung Bareng” bersama 2.500 pengemudi Ojol di perbatasan Bojongsoang–Buahbatu, Bandung, Jum’at, 13 Februari 2026 kemarin.
Menurut Rudi, pengemudi Ojol bukan hanya sebagai pengantar penumpang dan barang, melainkan juga sebagai mata dan telinga di lapangan dalam menjaga situasi kamtibmas.
Baca Juga:Mayoritas Penumpang Enggan Gunakan Helm, Sejumlah Pengemudi Ojol Ngadu ke PolisiDaftar 5 Motor Terbaik untuk Ojol 2026, Hemat Bensin dan Anti Rewel
“Apalagi menjelang Ramadhan, aktivitas masyarakat diprediksi meningkat dan berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas. Karena itu, kami mengajak seluruh ojol dapat memperkuat komitmen menjaga kondusivitas Jawa Barat,” ungkapanya, Sabtu (14/2).
Untuk memberikan apresiasi, Rudi mengatakan bahwa Polda Jabar kini telah menghadirkan bengkel dan warung ojol di seluruh wilayah Jawa Barat.
Hal ini diberikan Polda Jabar, bukan hanya sebagai fasilitas, namun diharapkan menjadi ruang silaturahmi bagi para pengemudi ojol.
“Bengkel dan warung ojol ini untuk menguatkan semangat sauyunan jaga lembur. Sauyunan berarti bersama-sama, saling menguatkan dan menopang. Jaga lembur berarti menjaga kampung dan lingkungan kita,” ucapnya.
Maka dari itu, dengan adanya hal ini Rudi berharap para pengemudi ojol di seluruh Jabar dapat memberi contoh dalam menjaga kamtibmas khususnua di jalanan.
“Jadilah contoh. Ketika ojol tertib, masyarakat akan ikut tertib. Ketika ojol santun, masyarakat akan merasa aman. Dan ketika ojol peduli, maka Jawa Barat akan semakin kuat,” pungkasnya(San).
