Basarnas Resmi Tutup Pencarian Korban Longsor Pasirlangu

Basarnas Resmi Tutup Pencarian Korban Longsor Pasirlangu
Tim SAR gabungan melakukan pencarian korban bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

Basarnas Resmi Tutup Pencarian Korban Longsor Pasirlangu

JABAR EKSPRES – Operasi pencarian korban longsor Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) resmi dihentikan pada hari ke-22.

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mencatat 101 kantong jenazah berhasil dievakuasi, sementara 20 korban masih belum ditemukan.

Penutupan operasi tersebut dilakukan melalui apel resmi yang dipimpin SAR Mission Coordinator (SMC) sekaligus Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana. Apel tersebut dihadiri unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, relawan, serta perwakilan keluarga korban yang selama ini setia menanti kabar pencarian.

Baca Juga:Bapanas Perketat Pengawasan Jelang HBKN 2026, Harga Pangan Mulai TurunKuota Impor Dipangkas Tajam, Industri Daging Khawatir Harga Kian Melonjak

“Selama 22 hari pelaksanaan operasi, tim SAR gabungan telah mengerahkan seluruh kemampuan terbaiknya,” ujar Ade Dian dalam keterangan resminya.

Ade mengatakan pencarian dilakukan dengan mengutamakan profesionalisme, prosedur keselamatan, serta penghormatan terhadap para korban.

“Medan yang labil dan potensi longsor susulan menjadi tantangan besar, namun kami tetap berupaya optimal untuk menemukan korban,” katanya.

Menurut Ade, berdasarkan data yang diterimanya, dari 101 kantong jenazah yang berhasil dievakuasi, 83 korban teridentifikasi melalui proses Disaster Victim Identification (DVI).

“Proses identifikasi dilakukan secara teliti dan bertahap guna memastikan keakuratan data sebelum korban diserahkan kepada pihak keluarga,” katanya.

Ia menjelaskan, selama operasi berlangsung, tim menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu, struktur tanah yang masih bergerak, serta risiko keselamatan bagi personel di lapangan.

“Alat berat, anjing pelacak, hingga peralatan deteksi turut dikerahkan untuk mendukung proses pencarian,” tambahnya.

Baca Juga:Pelemahan Ekonomi Singapura Jadi Momentum Strategis bagi IndonesiaTransmigrasi Bertransformasi, dari Bagi Lahan Menuju Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru

Keputusan penghentian operasi, lanjut dia, diambil setelah dilakukan evaluasi menyeluruh dengan mempertimbangkan efektivitas pencarian, kondisi teknis di lapangan, serta keselamatan seluruh personel SAR gabungan.

“Kami memahami bahwa masih ada keluarga yang menaruh harapan besar. Keputusan ini diambil melalui pertimbangan teknis yang matang. Meski operasi resmi ditutup, empati dan perhatian kami kepada keluarga korban tetap ada,” kata Ade.

Basarnas juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat, mulai dari TNI, Polri, pemerintah daerah, tim DVI, relawan, organisasi kemanusiaan, hingga masyarakat setempat. Sinergi lintas sektor dinilai menjadi kunci dalam pelaksanaan operasi selama 22 hari tersebut.

0 Komentar