Secara medis, kesalahan pemberian obat atau medication error merupakan insiden yang sepenuhnya dapat dicegah. Studi menunjukkan bahwa kesalahan paling sering terjadi pada fase peresepan, baik karena human error, tulisan resep yang tidak terbaca, hingga kurangnya verifikasi oleh apoteker.
Pada pasien diabetes, ketepatan jenis obat dan dosis adalah faktor mutlak yang menentukan keberhasilan terapi dan keselamatan jiwa.
Di sisi lain, hak pasien untuk mendapatkan informasi yang benar dan keselamatan dalam pengobatan telah diatur dalam berbagai regulasi.
Baca Juga:Meski Sulit, Tuntaskan di Bandung!Bojan Tak Menyerah! Persib Siap Balas Kekalahan di Leg Kedua
Pasien dan keluarga berhak untuk bertanya jika menemukan kejanggalan, dan rumah sakit berkewajiban untuk melakukan investigasi internal serta perbaikan sistem .
Hingga berita ini diterbitkan, redaksi telah berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak manajemen rumah sakit melalui berbagai saluran komunikasi.
Namun, belum ada tanggapan resmi yang diterima. Pihak rumah sakit terkesan menghindari sorotan publik di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat akan hak-hak mereka sebagai pasien.
Ilham Darmawan berharap kasus ini menjadi pelajaran berharga. Ia tidak ingin permintaan maaf dan penggantian obat menjadi akhir dari segalanya.
“Saya minta rumah sakit melakukan evaluasi yang serius. Jangan sampai ada pasien lain yang menjadi korban hanya karena kelalaian yang sebenarnya bisa dicegah,” pungkasnya. (CEP)
