Lewat Program CSR, Telkom dan Tel-U Serahkan Biodigester di Boyolali

Telkom University
Warga Dukuh Pokoh, Desa Musuk, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah saat menerima bantuan biodigester melalui CSR Telkom Indonesia dan Telkom University (Tel-U), Jumat (6/2).
0 Komentar

JABAREKSPRES – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) terus memperkuat komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat.

Berkolaborasi dengan Telkom University (Tel-U), Telkom Indonesia secara simbolis menyerahkan empat unit biodigester kepada masyarakat Dukuh Pokoh, Desa Musuk, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (6/2).

Inisiatif ini merupakan bagian dari program Digital Collaboration for Sustainability (DCS) yang selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada tujuan energi bersih terjangkau, pengelolaan limbah berkelanjutan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.

Baca Juga:BPJS Ketenagakerjaan Bojongsoang Pererat Kolaborasi Bersama Mitra ShopeeBPJAMSOSTEK Bandung Bojongsoang Ingatkan Peserta: Hindari Calo Saat Ajukan Klaim JHT

Penyerahan dilakukan oleh Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat Telkom University sekaligus Ketua Center of Excellence (CoE) Sustainable Energy and Climate Change, Prof. Dr. Ir. Jangkung Raharjo, M.T., kepada Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Dukuh Pokoh, Maryanto.

Prof. Jangkung menekankan pentingnya sinergi antara industri dan perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi tepat guna. “Kolaborasi ini diharapkan memungkinkan masyarakat mengelola biodigester secara mandiri, tidak hanya sebagai sumber energi alternatif, tetapi juga sebagai langkah nyata meningkatkan taraf hidup dan kemandirian warga desa,” ujarnya.

Acara turut dihadiri oleh Ketua SDGs Center Telkom University Dr. Runik Machfiroh, Asisten Daerah III Pemerintah Kabupaten Boyolali Gozali, General Manager Witel Solo PT Telkom Indonesia Nanang Setyo Utomo, Asisten Manager SDGs SRC PT Telkom Indonesia Suleksono, perwakilan Dinas ESDM Kabupaten Boyolali Aditya Galuh Prakoso, Camat Musuk Ningmatuti, serta Lurah Desa Musuk Catur Febrian.

Dr. Runik Machfiroh mengapresiasi dukungan Telkom Indonesia yang memungkinkan program pengabdian masyarakat ini berjalan efektif dan memberikan dampak langsung. “Kami berterima kasih atas pendanaan dan kolaborasi dari Telkom Indonesia. Biodigester ini diharapkan membantu masyarakat mengelola limbah peternakan secara berkelanjutan sekaligus menghasilkan nilai tambah,” katanya.

Sementara itu, Suleksono dari Telkom Indonesia menegaskan harapan keberlanjutan program. “Kami mengajak kelompok tani Dukuh Pokoh untuk merawat dan memanfaatkan biodigester dengan optimal. Keberhasilan di sini dapat menjadi model bagi pengembangan inisiatif serupa di wilayah lain,” jelasnya.

Biodigester adalah reaktor tertutup yang memanfaatkan proses anaerob untuk mengolah limbah organic seperti kotoran sapi menjadi biogas sebagai energi terbarukan.

0 Komentar