JABAR EKSPRES – Pemerintah di Bandung menyiapkan strategi baru dalam memperkuat fondasi ekonomi daerah dengan menitikberatkan pada pengembangan sektor jasa dan pariwisata.
Upaya tersebut diarahkan untuk meningkatkan daya saing kota, tidak hanya melalui pengembangan destinasi wisata, tetapi juga lewat peningkatan kualitas layanan yang berstandar tinggi.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa persaingan industri pariwisata saat ini semakin ketat. Ia menilai, pembangunan infrastruktur fisik saja tidak lagi cukup untuk menarik wisatawan.
Baca Juga:Meski Sulit, Tuntaskan di Bandung!Bojan Tak Menyerah! Persib Siap Balas Kekalahan di Leg Kedua
Menurutnya, kompetensi sumber daya manusia, khususnya dalam aspek pelayanan, menjadi faktor penentu dalam meningkatkan indeks pariwisata dan memperkuat citra kota sebagai destinasi unggulan.
Kunci persaingan pariwisata hari ini, kualitas layanan, skill pelayanan harus naik level, karena kita bersaing langsung dengan kota-kota besar dan destinasi wisata nasional,” ujar Farhan, Jumat (13/2).
Farhan menjelaskan, tanpa peningkatan keterampilan pelayanan atau service excellence, Bandung akan menghadapi kesulitan untuk bersaing di segmen wisata kelas menengah hingga premium.
Ia menilai wisatawan saat ini semakin selektif dan menuntut pengalaman berkunjung yang lebih berkualitas, mulai dari pelayanan hotel, restoran, transportasi, hingga fasilitas pendukung lainnya.
Secara historis, sektor pariwisata pernah menjadi penyumbang besar bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bandung. Sebelum pandemi COVID-19, sektor ini mampu menghasilkan pendapatan hingga Rp1,2 triliun dengan pertumbuhan ekonomi yang mendekati 8 persen.
Namun, pandemi sempat memukul sektor pariwisata secara signifikan hingga menyebabkan kontraksi ekonomi mencapai minus 3 persen.
“Selain mengejar pertumbuhan, pemerintah juga memperkuat perlindungan sosial bagi pelaku industri, termasuk pekerja informal dan gig worker di sektor pariwisata melalui skema BPJS Ketenagakerjaan,” ucapnya
Baca Juga:Strategi Gubernur Ahmad Luthfi Turut Sukseskan Program Prioritas Presiden Ramai Soal Reshuffle Kabinet Prabowo Siang Ini, Nama Juda Agung Menguat untuk Posisi Wamenkeu
Meski demikian, Farhan menyebut kondisi ekonomi Kota Bandung mulai menunjukkan tren pemulihan dengan pertumbuhan yang kembali berada di angka sekitar 5,85 persen.
Kendati demikian, ia menilai stabilitas pertumbuhan tersebut masih memerlukan penguatan kebijakan, terutama dengan menjadikan sektor pariwisata sebagai motor utama penggerak ekonomi daerah.
Selain mengejar peningkatan pertumbuhan ekonomi, Pemerintah Kota Bandung juga berupaya memperkuat perlindungan sosial bagi pelaku industri pariwisata.
Perlindungan tersebut menyasar pekerja informal dan gig worker melalui program jaminan sosial ketenagakerjaan yang difasilitasi melalui BPJS Ketenagakerjaan. Kebijakan ini diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi para pekerja sekaligus menjaga keberlangsungan industri pariwisata.
