JABAR EKSPRES – Masyarakat Sunda memiliki tradisi unik menyambut Bulan Suci Ramadhan, yakni Munggahan. Munggahan ini dilakukan pada akhir bulan Sya’ban lebih seringnya sepekan menjelang Ramadhan. Munggahan memiliki makna spiritual, sosial, dan religius yang merupakan bentuk persiapan lahir dan batin sebelum memasuki bulan mulia.
Namun dalam perkembangannya, banyak orang yang menafsirkan munggahan hanya sebagai acara makan bersama sebelum bulan puasa, baik dengan keluarga besar, teman, relasi, lingkungan tetangga dan sebagainya.
Di sosial media bahkan viral postingan-postingan seputar munggahan yang dibuat seakan-akan menjelang Ramadhan jadwal padat karena banyaknya undangan untuk acara munggahan.
Baca Juga:Apakah Kompensasi Aplikasi Opalp Exchange 20000 USDT Nyata? Bakal Cair 15 Februari 2026 Siap-siap WAR Tiket Mudik Gratis KAI 2026, Dibuka 13 Februari 2026
Bahkan ada yang mempertanyakan seberapa penting acara munggahan, karena ada yang menganggapkan sebagai ajang ghibah dan pemborosan.
Tradisi Munggahan sangat erat kaitannya dengan ibadah, hal ini terlihat dari akar katanya yang berasal dari istilah Sunda “Unggah” yang berarti naik, dimaknai sebagai proses peningkatan iman, kualitas ibadah, maupun kesiapan mental dan spiritual-dari bulan Syaban menuju bulan Ramadhan.
Sebagaian orang masih melestarikan tradisi Munggahan dengan makan bersama di masjid, mushalla dan di suatu daerah tertentu dengan rangkaian tahlil dan doa, ada juga yang diisi dengan pengajian, muhasabah dan saling bermaaf-maafan.
Jika acaranya seperti itu tentu saja tidak bertentangan dengan syariat Islam, justru menjadi salah satu pelengkap dari syiar dan dakwah agama Islam, karena ada nilai silaturahmi dan ibadah didalamnya.
Dalam salah satu hadits dalam Durrotun Nasihin dikatakan:
مَنْ فَرِحَ بِدُخُولِ رَمَضَانَ حَرَّمَ اللهُ جَسَدَهُ عَلىَ النِّيْرَانِ
Artinya: Siapa bergembira dengan masuknya bulan Ramadhan, Allah akan mengharamkan jasadnya masuk neraka. Dalam kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) kata “munggah” merupakan sebutan untuk hari terakhir di bulan Ruwah, sehari sebelum dimulai berpuasa Ramadhan.
Dalam tradisi Munggahan ada beberapa hikmah yang dapat kita ambil kebaikan dan kebajikannya.
1. Bentuk syukur.
Salah satu hikmah dari tradisi punggahan yakni menjadi salah satu rasa syukur atas nikmat Allah yang telah diberikan kepada kita semua, yakni hadirnya bulan suci Ramadhan, bulan yang dinanti-nantikan bagi seluruh umat Islam di seluruh dunia.
