JABAR EKSPRES – Komitmen berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas fasilitas publik di Desa Cimenyan kembali ditunjukkan oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Program Studi Arsitektur Universitas Langlangbuana.
Setelah sebelumnya menghadirkan inovasi desain renovasi kantor desa serta pengembangan desain interior fasilitas pelayanan publik, pada tahap lanjutan ini tim PKM melaksanakan kegiatan penyusunan desain renovasi ruang seminar di Kantor Desa Cimenyan, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung.
Kegiatan pengabdian ini dipimpin oleh Ketua Tim PKM, Dr. Anjar Primasetra, S.T., M.T., dengan anggota tim dosen Tyas Santri, S.T., M.T. dan Dr. Siti Anah Kunyati, Dra., M.Si.. Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Program Studi Arsitektur Universitas Langlangbuana, yaitu Romi Akmaludin Fadillah dan Dimas Erich Fernandes, yang berperan aktif dalam proses pengumpulan data lapangan, analisis kebutuhan ruang, hingga pengembangan konsep desain renovasi.
Baca Juga:Jampidmil Limpahkan Tersangka Kasus Pengadaan Satelit ke Tim PenuntutBerkomitmen Kelola Organisasi Taat Regulasi, PPPSRS Apartemen The Edge Gelar RUA Ke-2 Tahun 2026
Program ini merupakan kelanjutan dari rangkaian pengabdian yang berfokus pada peningkatan kualitas fasilitas publik desa dan penguatan fungsi kantor desa sebagai pusat pelayanan masyarakat.
Ruang seminar dipilih sebagai fokus pengembangan karena memiliki peran strategis sebagai tempat pelaksanaan rapat, pelatihan, forum diskusi, serta berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat.
Melalui desain renovasi yang dirancang secara komprehensif, diharapkan ruang seminar dapat menjadi ruang multifungsi yang lebih representatif, nyaman, dan adaptif terhadap berbagai kebutuhan kegiatan masyarakat.
Dalam proses perancangannya, tim PKM menerapkan pendekatan partisipatif dengan melibatkan perangkat desa dan mempertimbangkan kebutuhan serta aspirasi pengguna ruang. Konsep desain diarahkan pada optimalisasi tata ruang, peningkatan kualitas pencahayaan dan kenyamanan akustik, serta fleksibilitas penggunaan ruang agar dapat menunjang berbagai aktivitas secara efektif.
Pendekatan desain juga tetap memperhatikan aspek fungsionalitas, estetika, dan karakter lokal Desa Cimenyan sebagai bagian dari identitas ruang.
Keterlibatan dosen dan mahasiswa dalam kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga bagian dari pembelajaran berbasis praktik nyata yang memberikan pengalaman profesional langsung.
Kolaborasi antara akademisi, mahasiswa, dan pemerintah desa menjadi kekuatan utama dalam menghasilkan solusi desain yang relevan, aplikatif, dan berkelanjutan bagi Masyarakat.
