JABAR EKSPRES – Persoalan sampah kembali mencuat di kawasan Oxbow Cicukang, Desa Mekar Rahayu, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung.
Tumpukan sampah yang memenuhi aliran Sungai Citarum lama dinilai sebagai dampak persoalan lintas wilayah yang membutuhkan penanganan terpadu.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung menegaskan, masalah tersebut tidak dapat diselesaikan oleh satu daerah saja karena melibatkan aliran sungai dari hulu hingga hilir.
Baca Juga:Meski Sulit, Tuntaskan di Bandung!Bojan Tak Menyerah! Persib Siap Balas Kekalahan di Leg Kedua
Kepala DLH Kabupaten Bandung, Ruli, menyampaikan bahwa penanganan sampah sungai merupakan tanggung jawab bersama antar pemerintah daerah dan instansi terkait.
“Secara administratif Sungai Cikapundung berada di Kota Bandung dan bermuara ke Citarum di Kabupaten Bandung. Untuk kewenangan sungai ada di Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Namun kami tidak ingin saling menyalahkan. Kami berharap Pemprov bisa mengoordinasikan berbagai pihak seperti saat pembersihan oxbow sebelumnya,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (12/2/2026).
Ia mengatakan, pihaknya saat ini tengah berkomunikasi dengan DLH Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kota Bandung guna merumuskan langkah bersama. “Ini masalah bersama, jadi harus diselesaikan bersama melalui koordinasi lintas wilayah,” katanya.
Menurut Ruli, penanganan Oxbow Cicukang perlu melibatkan Pemerintah Kota Bandung, Pemerintah Kabupaten Bandung, BBWS Citarum, serta Pemerintah Provinsi Jawa Barat karena aliran sungai melintasi sejumlah wilayah administrasi.
“Sungainya lintas kabupaten/kota, jadi harus ada koordinasi. Baiknya provinsi yang mengkoordinasikan langkah konkret,” jelasnya.
Ia mengakui, pengangkutan sampah di kawasan oxbow belum berjalan optimal karena DLH Kabupaten Bandung masih memprioritaskan pelayanan pengangkutan sampah rutin di wilayahnya. Meski demikian, pihaknya membuka ruang kolaborasi.
“Kalau memungkinkan, misalnya Kota Bandung ada truk yang bisa membantu, kita sangat terbuka. Pengerukan bisa dari BBWS, dan provinsi membantu membuka kuota pembuangan,’ ucapnya.
Baca Juga:Strategi Gubernur Ahmad Luthfi Turut Sukseskan Program Prioritas Presiden Ramai Soal Reshuffle Kabinet Prabowo Siang Ini, Nama Juda Agung Menguat untuk Posisi Wamenkeu
Selain penanganan teknis, Ruli juga menekankan pentingnya edukasi masyarakat terkait pengelolaan sampah dari hulu, terutama melalui pemilahan sampah rumah tangga.
Upaya tersebut dapat dilakukan melalui penguatan bank sampah, pengolahan kompos, hingga penerapan Lubang Cerdas Organik (LCO).
“Seharusnya sampah dipilah sejak awal, antara plastik dan organik. Kalau dari hulunya sudah tertangani, beban di hilir bisa berkurang,” tuturnya.
