Pemkab Bogor Bakal Bangun Gerbang Kerajaan Pajajaran hingga Kereta Kencana di Alun-alun Tegar Beriman

Pemkab Bogor Bakal Bangun Gerbang Kerajaan Pajajaran hingga Kereta Kencana di Alun-alun Tegar Beriman
Ilustrasi alun-alun Tegar Beriman di lingkungan Pemkab Bogor. Foto: Pemkab Bogor
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dikabarkan tengah berencana membangun gerbang Kerajaan Pajajaran di Alun-alun Tegar Beriman.

Hal itu dikonfirmasi Plt Kepala Dinas Kebudayaan Yudi Santosa, di mana Alun-alun Tegar Beriman akan memiliki ikon berupa gerbang yang diyakini bagian dari peninggalan Kerajaan Pajajaran.

“Intinya begini, alun-alun itu diharapkan bisa selesai di akhir Mei, yang dibuat itu memang yang menjadi ikonnya adalah gapura,” jelas Yudi, Selasa (10/2/2026).

Baca Juga:Jalan Bomang 100 Persen Sudah Rampung, Pemkab Bogor: Lanjut Bangun Jembatan Situ Nanggerang!6 Tahun Terbengkalai, Gedung SDN 02 Sasanawiyata Rusak Parah: DPRD Desak Pemkab Bogor Bangun Baru

Gerbang itu, lanjut dia, diyakini sebagai peninggalan Kerajaan Pajajaran tang dinamakan Tritanggu Di Buana.

Kemudian, ia juga mengatakan bahwa di sekitar alun-alun tersebut, Pemkab Bogor bakal memajang sebuah replika kereta kencana binokasih yang dihiasi dengan mahkota binokasih di bagian atasnya.

Baik di bagian gerbang, kereta kencana, hingga mahkota binokasih, kata Yudi, Pemkab Bogor akan menambahkan material khusus. Namun ia enggan menjelaskan lebih lanjut.

“Dipastikan ada material khusus. Nanti kita lihat, gak bisa sekarang,” ujarnya.

Makna Gerbang Kerajaan Pajajaran Bagi Pemkab Bogor

Pemkab Bogor meyakini gerbang Kerajaan Pajajaran yang akan dihadirkan bukan sekadar arsitektur, melainkan simbol ideologis dan kultural.

Yudi menjelaskan, makna gerbang dalam tradisi sunda dalam kosmologi sunda kuno bermakna pambuka alam yang merupakan peralihan antara luar dan dalam, profan dan sakral, rakyat dan pusat kawijakan, pangwates diri.

“Gerbang adalah batas etika, siapapun yang masuk harus membawa niat bersih, tata krama, dan tanggung jawab.Puseur dayeuh, gerbang menandai pusat pemerintahan sebagai jantung peradaban, bukan sekadar kantor administratif,” jelasnya.

Baca Juga:Bangun Underpass di Citayem, Pemkab Bogor Bakal MoU dengan Pemkot DepokRawat Hulu Ciliwung, Pemkab Bogor Bentuk Tim Khusus Pantau Pohon Selama Setahun

Gapura tersebut memiliki arsitektur bertingkat atau atap berundak yang menyerupai bangunan mandala Sunda-Nusantara, yang bermakna Tritangtu Di Buana.

“Buana Nyungcung (nilai luhur, spiritual, visi), Buana Panca Tengah (manusia, pemerintahan, kebijakan), Buana Larang (alam, rakyat, kehidupan nyata),” jelasnya.

“Artinya, Pemerintahan wajib menyambungkan nilai luhur, kepentingan rakyat, dan keseimbangan alam,” sambung dia.

Selain itu, terdapat rongga tengah besar di tengah gerbang yang melambangkan keterbukaan, transparansi, akses rakyat terhadap negara.

“Secara filosofis, pemerintahan yang baik tidak tertutup, tidak gelap, dan tidak memutus jalan rakyat,” ujarnya.

0 Komentar